Korban Longsor Cisarua Bertambah: 7 Meninggal, 114 Masih Hilang

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARA, Mevin.ID – Bencana longsor disertai banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pagi tadi, mengakibatkan korban jiwa terus bertambah.

Kapolsek Cisarua, A. Y. Yogaswara, menyatakan hingga Sabtu (24/1) siang, 7 orang dinyatakan meninggal dunia dan 114 warga lainnya masih hilang serta dalam proses pencarian intensif.

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Menurut keterangan polisi, bencana diawali dengan suara gemuruh keras yang terdengar warga, sebelum material tanah, lumpur, dan air bah meluncur deras dari Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.

“Saat kejadian warga mendengar suara gemuruh cukup kuat, kemudian material longsor bergerak… dan disertai banjir bandang,” jelas Kapolsek Yogaswara.

Puluhan Rumah Tertimbun, Pencarian Terkendala Medan

Akibatnya, puluhan rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor dan lumpur, menyebabkan kerusakan parah pada permukiman di lokasi terdampak. Tim gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat telah dikerahkan untuk proses evakuasi dan pencarian korban.

Namun, upaya penyelamatan menghadapi kendala serius. Kondisi medan yang berat dengan material longsor yang tebal, ditambah cuaca yang masih berpotensi hujan, memperlambat operasi.

“Kami tetap berupaya maksimal melakukan pencarian korban dengan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan,” tegas Yogaswara.

Peringatan Keras untuk Warga

Kapolsek Cisarua juga mengimbau keras warga, terutama yang tinggal di sekitar lokasi bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi area longsoran. Imbauan ini disampaikan mengingat potensi bencana susulan masih sangat tinggi akibat kondisi tanah yang labil.

Bencana ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Bandung Barat, menegaskan kembali kerentanan daerah perbukitan terhadap dampak ekstrem cuaca di musim penghujan.

Operasi pencarian korban yang hilang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.***

Facebook Comments Box

Editor : Atep K

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membela Kebun Sendiri Berujung Bui: Kakek Herman Jadi Tersangka Usai Dikeroyok Pencuri, Di Mana Keadilan?
Tol Cipali Membara, Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar di KM 185, Arus Jakarta-Cirebon Sempat Ditutup
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Bandung
Akhir Kekejaman di Lakarsantri: Polrestabes Surabaya Resmi Tahan Pasutri Penyiksa Balita 4 Tahun
Terungkap! Motif Mutilasi dalam Koper di Brebes: Pelaku Sakit Hati Ditagih Hutang, Gasak Uang Belasan Juta
Mal Ciputra Cibubur Terbakar: Unit Jaecoo J5 dan J8 Berhasil Dievakuasi, Showroom Dipastikan Aman
Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat Hingga 22 Februari 2026
Cahaya Lampion dan Atraksi Barongsai Meriahkan Imlek 2577 di Klenteng Hok Lay Kong Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:23 WIB

Membela Kebun Sendiri Berujung Bui: Kakek Herman Jadi Tersangka Usai Dikeroyok Pencuri, Di Mana Keadilan?

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:16 WIB

Tol Cipali Membara, Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar di KM 185, Arus Jakarta-Cirebon Sempat Ditutup

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:06 WIB

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Bandung

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:02 WIB

Akhir Kekejaman di Lakarsantri: Polrestabes Surabaya Resmi Tahan Pasutri Penyiksa Balita 4 Tahun

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:43 WIB

Terungkap! Motif Mutilasi dalam Koper di Brebes: Pelaku Sakit Hati Ditagih Hutang, Gasak Uang Belasan Juta

Berita Terbaru