KPK Dalami Aliran Anggaran Nonbujeter, Ridwan Kamil Diperiksa sebagai Saksi Kasus Bank BJB

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12/2025)

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12/2025)

Jakarta, Mevin.ID — Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali hadir di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (2/12) malam. Dengan wajah tenang dan langkah cepat, pria yang akrab disapa Kang Emil itu menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023.

Kasus yang ditaksir merugikan negara sekitar Rp222 miliar ini kembali menguat setelah KPK menelusuri aliran anggaran nonbujeter dan sejumlah aset pribadi yang sebelumnya tercatat dalam LHKPN-nya.

KPK Mengonfirmasi Aset dan Anggaran Nonbujeter

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik mendalami pengetahuan Ridwan Kamil soal keberadaan anggaran-anggaran nonbujeter di lingkungan Bank BJB saat ia masih menjabat sebagai gubernur.

“Penyidik mengonfirmasi aset-aset yang dimiliki RK, apakah terkait dengan anggaran nonbujeter atau tidak. Termasuk mencocokkan dengan laporan LHKPN,” ujar Budi.

Tidak hanya itu, penyidik juga menelusuri apakah ada aset lain yang belum dilaporkan serta memeriksa sumber penghasilan Ridwan Kamil selama menjadi Gubernur Jawa Barat—mulai dari penghasilan resmi hingga kemungkinan pemasukan di luar jabatan.

Langkah ini diperlukan untuk menyandingkan keterangannya dengan hasil pemeriksaan saksi lain serta dokumen dan barang bukti elektronik yang sebelumnya telah disita.

Latar Belakang Kasus: Korupsi Iklan Bank BJB

Kasus Bank BJB mencuat pada Maret 2025 ketika KPK menetapkan lima tersangka, mulai dari jajaran internal bank hingga para pengendali agensi periklanan. Mereka adalah:

  • Yuddy Renaldi (Direktur Utama Bank BJB)
  • Widi Hartoto (Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan/PPK)
  • Ikin Asikin Dulmanan (Pengendali Agensi Antedja Muliatama & Cakrawala Kreasi Mandiri)
  • Suhendrik (Pengendali BSC Advertising & Wahana Semesta Bandung Ekspress)
  • Sophan Jaya Kusuma (Pengendali Cipta Karya Sukses Bersama)

KPK menduga ada permainan anggaran dalam proyek pengadaan iklan, mulai dari mark-up hingga penggunaan anggaran nonbujeter yang tidak dilaporkan secara resmi.

Penggeledahan Rumah hingga Penyitaan Mobil Antik

Pada Maret lalu, penyidik KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil di Bandung. Beberapa barang ikut disita, termasuk sepeda motor dan mobil Mercedes-Benz 280 SL yang disebut-sebut pernah dimiliki Presiden ke-3 RI B. J. Habibie.

Ridwan Kamil mengklaim kendaraan itu dibeli menggunakan uang pribadi dan tidak terkait kasus yang membelit Bank BJB.

Respons Ridwan Kamil

Usai pemeriksaan, Ridwan Kamil menyatakan dirinya tidak mengetahui detail teknis perkara tersebut. Ia juga membenarkan pemberian uang kepada selebgram Lisa Mariana Presley Zulkandar yang disebutnya sebagai tindakan karena merasa diperas—bukan sebagai bagian dari aliran dana kasus BJB.

Kehadiran Ridwan Kamil di KPK kali ini menambah babak baru dalam penyidikan. Penyidik akan mencocokkan seluruh keterangan dengan bukti dan saksi lain sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut BUMD strategis serta melibatkan figur publik yang selama ini dikenal luas oleh masyarakat Jawa Barat.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Teken PP Pengupahan, Kenaikan UMP 2026 Pakai Formula Baru
Prabowo Serahkan Konsesi PBPH untuk Koridor Gajah Aceh, Menhut: Bukti Kepedulian Lingkungan
BNPB Perpanjang Status Tanggap Darurat di 28 Daerah Sumatra, Akses Jalan Masih Terputus
Jelang Nataru, Pemerintah Berlakukan Pembatasan Truk di Sejumlah Ruas Tol Mulai 19 Desember
Pasca Banjir Bandang, Warga di Sejumlah Daerah Manfaatkan Kayu Banjir untuk Bangun Hunian Sementara
Prabowo Soroti Lambannya Serapan Anggaran, Tegaskan Siap Pecat Pejabat Tak Kompeten
Update BNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Aceh-Sumatera Tembus 1.030 Jiwa
Diperintah Kemenhut, Toba Pulp Lestari Hentikan Operasi Sementara

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 00:39 WIB

Prabowo Teken PP Pengupahan, Kenaikan UMP 2026 Pakai Formula Baru

Selasa, 16 Desember 2025 - 23:36 WIB

Prabowo Serahkan Konsesi PBPH untuk Koridor Gajah Aceh, Menhut: Bukti Kepedulian Lingkungan

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:50 WIB

BNPB Perpanjang Status Tanggap Darurat di 28 Daerah Sumatra, Akses Jalan Masih Terputus

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:22 WIB

Jelang Nataru, Pemerintah Berlakukan Pembatasan Truk di Sejumlah Ruas Tol Mulai 19 Desember

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:08 WIB

Pasca Banjir Bandang, Warga di Sejumlah Daerah Manfaatkan Kayu Banjir untuk Bangun Hunian Sementara

Berita Terbaru