DEPOK, Mevin.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan gebrakan dengan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026) malam.
Operasi senyap ini diduga berkaitan dengan praktik suap pengurusan perkara perdata sengketa lahan.
Informasi yang dihimpun tim redaksi, salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut adalah Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan. Suasana di gedung PN Depok Kelas IA terpantau lengang pada Jumat (6/2) pagi pasca-penggeledahan oleh tim satgas KPK.
Barang Bukti Ratusan Juta Rupiah
Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan adanya transaksi haram yang melibatkan oknum aparat penegak hukum (APH) dengan pihak swasta.
“Yang jelas ada sejumlah uang yang berpindah dari pihak swasta kepada APH,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menambahkan bahwa dalam operasi tersebut tim satgas berhasil menyita uang tunai yang jumlahnya cukup fantastis untuk ukuran pengamanan perkara.
“Ada ratusan juta (rupiah) yang disita. Uang itu diduga terkait pengamanan perkara yang sedang ditangani oleh APH di sana,” ungkap Fitroh singkat.
KPK Maraton Gelar OTT dalam Sepekan
Hingga berita ini diturunkan, para pihak yang terjaring OTT masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Lembaga antirasuah tersebut memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para terperiksa.
Pekan ini menjadi periode yang sangat sibuk bagi KPK. Selain di PN Depok, KPK tercatat melakukan dua OTT besar lainnya, yaitu:
- Kasus Restitusi Pajak di KPP Madya Banjarmasin.
- Kasus Importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Total barang bukti uang yang diamankan dari rentetan operasi dalam pekan ini disebut-sebut mencapai miliaran rupiah.
Fokus Pengawasan Yudisial
Kasus yang menjerat pimpinan pengadilan di Depok ini kembali mencoreng wajah institusi yudisial. KPK menegaskan akan terus mendalami konstruksi perkara dan mencari kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam rantai suap sengketa lahan tersebut.
KPK dijadwalkan akan menggelar konferensi pers resmi sore nanti untuk mengumumkan identitas tersangka dan detail perkara secara lengkap.***
Editor : Bar Bernad

























