Krisis Pangan Akut Mengancam 55 Juta Orang di Afrika Barat dan Tengah pada 2026

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi masyarakat Mali, salah satu negara di wilayah Afrika Barat. ANTARA/Anadolu/py.

Ilustrasi masyarakat Mali, salah satu negara di wilayah Afrika Barat. ANTARA/Anadolu/py.

JENEWA, Mevin.ID – Badan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan serius terkait ancaman kerawanan pangan akut yang diprediksi akan menghantam 55 juta orang di wilayah Afrika Barat dan Afrika Tengah. Kondisi ini diperkirakan mencapai puncaknya pada musim paceklik antara Juni hingga Agustus 2026.

Direktur Analisis Ketahanan Pangan dan Gizi Program Pangan Dunia (WFP), Jean Martin Bauer, mengungkapkan bahwa angka ini mencakup penduduk yang masuk dalam kategori krisis, darurat, hingga bencana berdasarkan skala ketahanan pangan regional.

Nigeria di Ambang Kelaparan Massal

Salah satu poin paling mengkhawatirkan dari laporan ini adalah kondisi di timur laut Nigeria, khususnya di Negara Bagian Borno. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, wilayah ini diperkirakan akan mengalami kondisi “bencana” kerawanan pangan.

“Kelompok ini berada satu langkah lagi dari kelaparan massal,” tegas Bauer dalam konferensi pers di Jenewa, Jumat (16/1). Ia menambahkan bahwa sekitar 15 ribu orang di Borno kini terdampak dengan tingkat kematian yang sudah jauh melampaui batas normal. “Orang-orang benar-benar kelaparan,” ujarnya.

Bukan Faktor Iklim, Tapi Konflik dan Dana

Meskipun musim hujan terakhir berjalan cukup baik, Bauer menekankan bahwa krisis ini bukan dipicu oleh faktor alam atau iklim. Penyebab utamanya adalah:

  1. Kekerasan yang Berkelanjutan: Konflik di kawasan tersebut mengganggu jalur distribusi dan aktivitas pertanian.

  2. Pemangkasan Dana Kemanusiaan: Terjadi penurunan drastis pada bantuan finansial internasional yang menghambat operasi penyelamatan nyawa.

Dampaknya sangat nyata. WFP terpaksa menghentikan bantuan bagi sekitar 300 ribu anak di Nigeria. Selain itu, bantuan bagi setengah juta orang di Kamerun juga berisiko dipangkas akibat keterbatasan sumber daya.

Nasib 13 Juta Anak Terancam

Analisis ketahanan pangan ini juga memproyeksikan sekitar 13 juta anak di seluruh kawasan Afrika Barat dan Tengah berisiko terdampak gizi buruk pada tahun 2026. Hal ini menjadikan program intervensi gizi sebagai prioritas mendesak yang tidak bisa ditunda.

WFP mengestimasi membutuhkan dana sebesar 453 juta dolar AS (sekitar Rp7,6 triliun) dalam enam bulan ke depan untuk:

  • Mempertahankan bantuan pangan esensial.

  • Mencegah pemburukan konsumsi pangan warga.

  • Memperbaiki indikator gizi pada anak-anak.

Tanpa dukungan pendanaan segera, PBB khawatir kawasan ini akan jatuh ke dalam tragedi kemanusiaan yang lebih dalam sebelum pertengahan tahun 2026.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Anadolu

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H
Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia
Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari
Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.
Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran
Tok! Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Prediksi Awal Puasa Jatuh pada 19 Februari 2026
Prediksi BRIN: Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda Karena Faktor Hilal Global vs Lokal
‘Tembok Ratapan Solo’ Tandai Rumah Jokowi di Google Maps: Sekedar Iseng atau Nyata?

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:00 WIB

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:42 WIB

Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:58 WIB

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:27 WIB

Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:24 WIB

Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran

Berita Terbaru