Krisis Populasi Pria, Wanita di Latvia Kini Tren ‘Sewa Suami’ untuk Urusan Rumah Tangga

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Latvia, salah satu negara dengan ketimpangan jumlah pria dan wanita paling besar di dunia /Foto: Tangkapan layar / FB VidZap

Latvia, salah satu negara dengan ketimpangan jumlah pria dan wanita paling besar di dunia /Foto: Tangkapan layar / FB VidZap

LATVIA, Mevin.ID – Sebuah fenomena sosial yang unik tengah melanda Latvia. Negara yang terletak di kawasan Baltik ini melaporkan adanya ketidakseimbangan gender yang mencolok, di mana populasi perempuan jauh melampaui laki-laki. Kondisi ini memicu munculnya tren jasa unik: “Sewa Suami”.

Namun, jangan salah sangka. Jasa “Sewa Suami” ini bukan untuk urusan asmara atau pendamping ke pesta, melainkan murni untuk membantu urusan domestik yang memerlukan “tangan pria”.

Ketimpangan Gender hingga 15 Persen

Menurut laporan The New York Post, jumlah perempuan di Latvia tercatat 15,5 persen lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Kesenjangan ini sangat terasa di kehidupan sehari-hari. Banyak perempuan Latvia yang mengaku kesulitan menemukan pasangan hidup hingga memutuskan untuk bermigrasi ke luar negeri.

Bagi mereka yang memilih bertahan, urusan rumah tangga seperti memperbaiki pipa bocor, memasang tirai, mengecat tembok, hingga memperbaiki perangkat elektronik menjadi tantangan tersendiri karena minimnya bantuan figur pria.

Munculnya Layanan ‘Suami Satu Jam’

Melihat peluang ini, sektor bisnis di Latvia beradaptasi. Muncul platform seperti Komanda24 dan Remontdarbi.lv yang menawarkan jasa “Pria dengan Tangan Emas”.

Pelanggan dapat memesan “suami” selama satu jam atau lebih melalui telepon atau daring untuk menuntaskan berbagai masalah pertukangan.

“Interaksi sosial terasa lebih hidup jika ada keseimbangan gender. Di sini, hampir semua lingkungan kerja didominasi perempuan,” ujar Zane, salah satu warga setempat yang merasakan dampak ketimpangan tersebut.

Mengapa Pria di Latvia ‘Langka’?

Para ahli mengungkapkan bahwa fenomena ini disebabkan oleh tingginya angka kematian dini di kalangan pria Latvia. Gaya hidup tidak sehat menjadi faktor utama:

  • Prevalensi Merokok: Sekitar 31 persen pria Latvia adalah perokok aktif, sementara perempuan hanya 10 persen.
  • Kesehatan: Tingkat obesitas dan angka harapan hidup yang rendah membuat jumlah pria merosot tajam, terutama setelah memasuki usia 45 tahun.

Fenomena Global

Tren ini ternyata tidak hanya terjadi di Latvia. Di Inggris, layanan serupa bertajuk ‘Rent My Handy Husband’ juga sempat viral.

Hal ini membuktikan bahwa jasa perbaikan rumah tangga yang dikemas dengan label “suami sewaan” memiliki pasar yang besar di negara-negara dengan kesibukan tinggi atau ketimpangan populasi.

Krisis di Latvia ini menjadi pengingat bahwa pola hidup sehat tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga mampu mengubah tatanan sosial dan ekonomi suatu negara secara permanen.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Pantun Stone: “Surga Tersembunyi” Hanya 10 Menit dari Pusat Kota Majalengka yang Butuh Sentuhan Ekstra
Menanam Budaya Kopi yang Kuat di Kalangan Anak Muda Bandung
Indonesia Waspada Virus Nipah: Kemenkes Ingatkan Bahaya Nira Mentah dan Bekas Gigitan Kelelawar
Jasinga “Rafting” Tanpa Pelampung: Saat Nyali Bertemu Kearifan Arus
Curug Bugbrug Cisarua Ditutup, Menyertai Duka Bencana Pasirlangu
Belajar dari Aurelie & Kim Sae-ron: Membedakan Kasih Sayang dan Jeratan Child Grooming
Viral di Medsos, Kebun Ubi Cikoneng Cileunyi Mendadak Ramai Dikunjungi, Ekonomi Warga Menggeliat
Eksoskeleton, Temuan Terbaru BRIN untuk Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke, Simak Lebih Jelasnya di Sini

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:31 WIB

Gunung Pantun Stone: “Surga Tersembunyi” Hanya 10 Menit dari Pusat Kota Majalengka yang Butuh Sentuhan Ekstra

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:30 WIB

Menanam Budaya Kopi yang Kuat di Kalangan Anak Muda Bandung

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:55 WIB

Indonesia Waspada Virus Nipah: Kemenkes Ingatkan Bahaya Nira Mentah dan Bekas Gigitan Kelelawar

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:32 WIB

Jasinga “Rafting” Tanpa Pelampung: Saat Nyali Bertemu Kearifan Arus

Minggu, 25 Januari 2026 - 20:30 WIB

Curug Bugbrug Cisarua Ditutup, Menyertai Duka Bencana Pasirlangu

Berita Terbaru