Nganjuk, Mevin.ID — Suasana duka menyelimuti keluarga Aipda Iswandi, anggota Polsek Kertosono, setelah istri dan dua anaknya menjadi korban pembunuhan brutal di sebuah rumah kos di Nganjuk, Selasa (25/11/2025) malam. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara satu lainnya kritis.
Tangis Aipda Iswandi pecah saat dua ambulans RS Bhayangkara tiba di rumah duka, Rabu malam. Dengan mengenakan seragam dinas, ia dipapah warga menuju tempat pemakaman di Purwoasri, Kediri. Rekan-rekan kepolisian turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Teriakan Minta Tolong, Pria Berlumur Darah, dan Kamar Kos Terbakar
Peristiwa mengerikan itu bermula sekitar pukul 23.00 WIB. Meilysa Putri (27), tetangga kamar korban, mengaku mendengar teriakan perempuan yang meminta tolong tanpa ada pertengkaran sebelumnya.
“Teriakannya kencang sekali, bercampur tangisan. Saya mau mendekat, tapi tiba-tiba seorang pria keluar dengan tubuh penuh darah sambil membawa pisau,” kata Meilysa.
Pelaku sempat menodongkan pisau dan mengancam warga agar tidak ikut campur. Sesaat kemudian, bau bensin menyengat, disusul kobaran api dari kamar keluarga korban. Warga berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke kamar lain.
Dua Meninggal, Satu Kritis
Saat polisi tiba, dua korban—Elvy Nurhayati (41) dan putrinya Ellinda Jelsa Ika Eldianti (22)—telah meninggal dunia dengan luka serius. Sementara ED (18) masih bernapas dan segera dilarikan ke RS Bhayangkara dalam kondisi kritis.
Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso membenarkan para korban merupakan keluarga seorang anggota kepolisian. Garis polisi dipasang di lokasi, sementara penyidik mengamankan barang bukti termasuk sisa perabotan yang terbakar.
Pelaku Ditangkap Dua Jam Setelah Kejadian
Tak butuh waktu lama, polisi menangkap pelaku berinisial DS (30), warga Desa Jogomerto, hanya dua jam setelah kejadian. DS ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.
Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menyebut pelaku mengakui perbuatannya. “Motif sementara mengarah pada rasa sakit hati. Namun hubungan antara pelaku dan para korban masih kami dalami,” ujarnya.
Penyidik memeriksa rekam jejak komunikasi, saksi-saksi, serta jalur masuk pelaku ke kamar kos. Dugaan sementara, pelaku melakukan penyerangan lalu membakar kamar untuk menghilangkan jejak.
Duka yang Mendalam
Kabag SDM Polres Nganjuk Kompol Burhanudin menyampaikan belasungkawa. “Mudah-mudahan almarhumah diterima di sisi Allah dan keluarga diberi ketabahan,” katanya di pemakaman.
Sementara ED, korban yang selamat, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Polisi memastikan penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan, mengingat kasus ini menyangkut keluarga anggota kepolisian dan menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat.***

























