Kronologi Lengkap Tragedi Nganjuk: Istri dan Dua Anak Aipda Iswandi Dibantai, Pelaku Akui Sakit Hati

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aipda Iswandi lunglai dipapah warga di pemakaman, Rabu, (26/11/2025). Istri dan anak Aipda Iswandi tewas dibantai

Aipda Iswandi lunglai dipapah warga di pemakaman, Rabu, (26/11/2025). Istri dan anak Aipda Iswandi tewas dibantai

Nganjuk, Mevin.ID — Suasana duka menyelimuti keluarga Aipda Iswandi, anggota Polsek Kertosono, setelah istri dan dua anaknya menjadi korban pembunuhan brutal di sebuah rumah kos di Nganjuk, Selasa (25/11/2025) malam. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara satu lainnya kritis.

Tangis Aipda Iswandi pecah saat dua ambulans RS Bhayangkara tiba di rumah duka, Rabu malam. Dengan mengenakan seragam dinas, ia dipapah warga menuju tempat pemakaman di Purwoasri, Kediri. Rekan-rekan kepolisian turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Teriakan Minta Tolong, Pria Berlumur Darah, dan Kamar Kos Terbakar

Peristiwa mengerikan itu bermula sekitar pukul 23.00 WIB. Meilysa Putri (27), tetangga kamar korban, mengaku mendengar teriakan perempuan yang meminta tolong tanpa ada pertengkaran sebelumnya.

“Teriakannya kencang sekali, bercampur tangisan. Saya mau mendekat, tapi tiba-tiba seorang pria keluar dengan tubuh penuh darah sambil membawa pisau,” kata Meilysa.

Pelaku sempat menodongkan pisau dan mengancam warga agar tidak ikut campur. Sesaat kemudian, bau bensin menyengat, disusul kobaran api dari kamar keluarga korban. Warga berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke kamar lain.

Dua Meninggal, Satu Kritis

Saat polisi tiba, dua korban—Elvy Nurhayati (41) dan putrinya Ellinda Jelsa Ika Eldianti (22)—telah meninggal dunia dengan luka serius. Sementara ED (18) masih bernapas dan segera dilarikan ke RS Bhayangkara dalam kondisi kritis.

Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso membenarkan para korban merupakan keluarga seorang anggota kepolisian. Garis polisi dipasang di lokasi, sementara penyidik mengamankan barang bukti termasuk sisa perabotan yang terbakar.

Pelaku Ditangkap Dua Jam Setelah Kejadian

Tak butuh waktu lama, polisi menangkap pelaku berinisial DS (30), warga Desa Jogomerto, hanya dua jam setelah kejadian. DS ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menyebut pelaku mengakui perbuatannya. “Motif sementara mengarah pada rasa sakit hati. Namun hubungan antara pelaku dan para korban masih kami dalami,” ujarnya.

Penyidik memeriksa rekam jejak komunikasi, saksi-saksi, serta jalur masuk pelaku ke kamar kos. Dugaan sementara, pelaku melakukan penyerangan lalu membakar kamar untuk menghilangkan jejak.

Duka yang Mendalam

Kabag SDM Polres Nganjuk Kompol Burhanudin menyampaikan belasungkawa. “Mudah-mudahan almarhumah diterima di sisi Allah dan keluarga diberi ketabahan,” katanya di pemakaman.

Sementara ED, korban yang selamat, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Polisi memastikan penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan, mengingat kasus ini menyangkut keluarga anggota kepolisian dan menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babak Baru Konflik GBI Bodogol: Opang Tuntut Rp12 Juta untuk “Zona Hijau”, Ini Klarifikasinya!
Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan
Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan
Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya
Kuatkan Pendidikan Agama, Pemkab Indramayu Hibahkan Tanah 1,2 Hektare untuk MAN 1
Sidak ke Kaki Gunung Ciremai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Warning Perusak Lingkungan: “Saya Tidak Akan Diam!”
“Pak Dedi, Pangalereskeun Jalan Abdi,” Isak Kecil dari Kegelapan Subuh di Pelosok Garut
Viral di Medsos, Kebun Ubi Cikoneng Cileunyi Mendadak Ramai Dikunjungi, Ekonomi Warga Menggeliat

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:56 WIB

Babak Baru Konflik GBI Bodogol: Opang Tuntut Rp12 Juta untuk “Zona Hijau”, Ini Klarifikasinya!

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:11 WIB

Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:00 WIB

Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:30 WIB

Kuatkan Pendidikan Agama, Pemkab Indramayu Hibahkan Tanah 1,2 Hektare untuk MAN 1

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:05 WIB

Sidak ke Kaki Gunung Ciremai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Warning Perusak Lingkungan: “Saya Tidak Akan Diam!”

Berita Terbaru