KSP Intidana Terbebas dari Jerat Koperasi Bermasalah, Ini Kata Menkop Budi Arie

- Redaksi

Jumat, 14 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi. (dok. Kemenkop)

i

Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi. (dok. Kemenkop)

Jakarta, Mevin.ID – Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyatakan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana sudah terbebas dari jeratan koperasi yang dicap bermasalah.

“Satgas Revitalisasi dan Restrukturisasi Koperasi-Koperasi Bermasalah menyatakan Koperasi Simpan Pinjam Intidana bukan lagi koperasi yang bermasalah, tapi koperasi yang bisa menyelesaikan masalah,” ungkap Budi Arie saat konferensi persnya di Jakarta, Jumat (14/2).

Budi Arie berharap, KSP Intidana bisa menjadi contoh atau role model bagi penyelesaian koperasi bermasalah di Indonesia. Sebab, masih tersisa 7 koperasi bermasalah yakni Koperasi Lima Garuda, Koperasi Timur Pratama Indonesia, KSP Sejahtera Bersama, KSP Indosurya, KSP Pracico Inti Utama, Koperasi Pracico Inti Sejahtera, dan Koperasi Jasa Berkah Wahana Sentosa.

“Di mana satu, kekompakan, kesolidan anggota untuk menyelamatkan koperasi, dua, saling kepercayaan, dan yang ketiga, dukungan dari pemerintah untuk membantu penyelesaian permasalahan koperasi,” ujarnya.

Baca Juga : Menkop Budi Arie Ungkap Delapan Koperasi Bermasalah Beri Kerugian Rp26 triliun

Ketua Umum KSP Intidana, Darius Limantara, mengatakan payung hukum penyelesaian kewajiban pembayaran kepada anggota telah dilakukan melalui usaha dari anggota koperasi itu sendiri dengan melibatkan kepolisian dan kejaksaan.

Pasalnya, sebelum ini, KSP Intidana dikategorikan sebagai koperasi bermasalah, dimana KSP Intidana punya kewajiban atau utang kepada para anggotanya sebesar Rp 930 miliar.

Baca Juga : Ini Penyebab Nama Koperasi menjadi Bermasalah, Budi Arie : “Ini ada oknum-oknum, dia pakai nama koperasi !;

“Kepengurusan KSP Intidana telah membayarkan Rp 240 miliar dari total kewajiban Rp 930 miliar. Artinya, kewajiban pembayaran tersisa Rp 690 miliar yang bakal diselesaikan lewat revitalisasi aset base resolution”, kata Darius

“Haqqul yakin semuanya kita selesaikan karena tujuan koperasi kami adalah dari untuk oleh anggota untuk kesejahteraan anggota,” terang Darius saat konferensi pers.

Baca Juga : Menkop Bentuk Pos Pengaduan, Terintegrasi Satgas Revitalisasi Koperasi

Dia merinci, ada 2.500 anggota KSP Intidana yang berperan aktif, memenuhi lima wilayah besar seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Darius melanjutkan, KSP Intidana telah keluar dari masa kritis salah satunya karena telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai forum tertinggi untuk mengakomodasi kepentingan anggotanya.

Sebelumnya, Budi Arie membeberkan beberapa koperasi bermasalah, diantaranya, meliputi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya dengan kerugian sebesar Rp 13,8 triliun, KSP Sejahtera Bersama sebesar Rp 8,6 triliun, Koperasi Jasa Berkah Wahana Sentosa dengan kerugian sebesar Rp 226 miliar, KSP Pracico Inti Utama sebesar Rp 623 miliar.

KSP Pracico Inti Sejahtera sebesar Rp 763 miliar, KSP Intidana sebesar Rp 930 miliar, KSP Timur Pratama Indonesia Rp 400 miliar, dan KSP Lima Garuda sebesar Rp 570 miliar.

Misalnya, KSP Sejahtera Bersama ini angkanya agak spektakuler Rp 8,6 triliun aset yang cuma Rp 1,3 ini berat ini kasihan nih. Terus, KSP Indosurya Cipta itu jumlah kewajibannya Rp 13,8 triliun dengan jumlah aset Rp 8 triliun, kata Budi dalam acara Konferensi Pers, di kantor, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2025).***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H
Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis
Perangi Scam! OJK Blokir 436 Ribu Rekening Penipu, Rp566 Miliar Dana Korban Diselamatkan
Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah Percepat Impor Minyak dari AS; Projo Apresiasi Langkah Cepat
Kelas Menengah Indonesia Menyusut, Ekonomi RI Dibayangi ‘Tepi Ketidakpastian’
Menteri UMKM Bongkar Biang Kerok Banjir Impor China: Permainan Kargo dan Oknum Bea Cukai
Gurita Alfamart-Indomaret Tembus 44 Ribu Gerai, Pemerintah Siapkan Ultimatum Setop Ekspansi ke Desa
Waspada “Uang Mutilasi” Viral Lagi! Setengah Asli Setengah Palsu, Kenali Cirinya Sebelum Terkecoh

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:40 WIB

bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:04 WIB

Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:36 WIB

Perangi Scam! OJK Blokir 436 Ribu Rekening Penipu, Rp566 Miliar Dana Korban Diselamatkan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:10 WIB

Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah Percepat Impor Minyak dari AS; Projo Apresiasi Langkah Cepat

Senin, 2 Maret 2026 - 22:07 WIB

Kelas Menengah Indonesia Menyusut, Ekonomi RI Dibayangi ‘Tepi Ketidakpastian’

Berita Terbaru