Ledakan di SMAN 72: Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi soal Terorisme, Terduga Pelaku Disebut Sempat Dirundung

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mevin.ID — Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk F. Paulus meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, merupakan aksi terorisme.

Menurutnya, penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi dari aparat.

“Jangan jumping conclusion bahwa ini aksi teroris. Kita belum sampai ke sana,” ujar Lodewijk, Jumat (7/11/2025).

Sebelumnya, dua benda mirip senjata api ditemukan di lokasi kejadian. Foto yang beredar dari kantor berita Antara menunjukkan satu senjata laras panjang dan satu pistol, dengan sejumlah tulisan yang mengarah pada ideologi radikal.

Pada salah satu bagian laras tertulis “14 Words. For Agartha”, sementara pada bodi senjata terdapat tulisan “Brenton Tarrant. Welcome to Hell.”

Brenton Tarrant adalah pelaku penembakan massal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 2019 silam.

Terduga pelaku berusia 17 tahun

Wakil Ketua DPR RI lainnya, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa terduga pelaku ledakan berusia 17 tahun dan kini tengah menjalani operasi di rumah sakit.

“Saya mendapat informasi pelaku masih dalam operasi,” kata Dasco di RS Islam Cempaka Putih.

Saat ditanya apakah pelaku adalah siswa SMAN 72, Dasco menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk memberi keterangan resmi.

Lokasi sekolah diketahui berada di dalam kompleks Perumahan TNI AL. Sejumlah personel Brimob dan TNI AL disiagakan untuk pengamanan area.

Dugaan motif: balas dendam akibat perundungan

Sejumlah pelajar SMAN 72 yang dimintai keterangan oleh media mengaku mengenal terduga pelaku sebagai siswa yang sering menyendiri dan mengalami perundungan.

“Saya menduga dia ingin balas dendam dan bunuh diri,” ujar seorang pelajar seperti dikutip Antara.

Saksi lain juga menyebut pelaku kerap menggambar hal-hal mengerikan dan sudah ditemukan tergeletak di belakang sekolah usai ledakan.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan motif, jenis bahan peledak, serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan radikal.

Polisi mengimbau masyarakat menunggu hasil penyidikan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Teken PP Pengupahan, Kenaikan UMP 2026 Pakai Formula Baru
Prabowo Serahkan Konsesi PBPH untuk Koridor Gajah Aceh, Menhut: Bukti Kepedulian Lingkungan
BNPB Perpanjang Status Tanggap Darurat di 28 Daerah Sumatra, Akses Jalan Masih Terputus
Jelang Nataru, Pemerintah Berlakukan Pembatasan Truk di Sejumlah Ruas Tol Mulai 19 Desember
Pasca Banjir Bandang, Warga di Sejumlah Daerah Manfaatkan Kayu Banjir untuk Bangun Hunian Sementara
Prabowo Soroti Lambannya Serapan Anggaran, Tegaskan Siap Pecat Pejabat Tak Kompeten
Update BNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Aceh-Sumatera Tembus 1.030 Jiwa
Diperintah Kemenhut, Toba Pulp Lestari Hentikan Operasi Sementara

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 00:39 WIB

Prabowo Teken PP Pengupahan, Kenaikan UMP 2026 Pakai Formula Baru

Selasa, 16 Desember 2025 - 23:36 WIB

Prabowo Serahkan Konsesi PBPH untuk Koridor Gajah Aceh, Menhut: Bukti Kepedulian Lingkungan

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:50 WIB

BNPB Perpanjang Status Tanggap Darurat di 28 Daerah Sumatra, Akses Jalan Masih Terputus

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:22 WIB

Jelang Nataru, Pemerintah Berlakukan Pembatasan Truk di Sejumlah Ruas Tol Mulai 19 Desember

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:08 WIB

Pasca Banjir Bandang, Warga di Sejumlah Daerah Manfaatkan Kayu Banjir untuk Bangun Hunian Sementara

Berita Terbaru