LPBI NU Jawa Barat Tegaskan Komitmen Dukung Perjuangan Warga Eretan Wetan Hadapi Banjir Rob dan Krisis Lingkungan

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Pembahasan Banjir Rob Eretan Wetan Bersama Ketua LPBI PW NU Jawa Barat, Dadang Sudardja, Ketua Aliansi Masyarakat Desa Eretan Wetan, Supriyanto, perwakilan Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Barat, jajaran pengurus Forum Pemuda Peduli Lingkungan, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok perempuan dan nelayan. Di antaranya Ibu Satira dan H. Masnun yang mewakili suara masyarakat nelayan Eretan Wetan.

Pertemuan Pembahasan Banjir Rob Eretan Wetan Bersama Ketua LPBI PW NU Jawa Barat, Dadang Sudardja, Ketua Aliansi Masyarakat Desa Eretan Wetan, Supriyanto, perwakilan Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Barat, jajaran pengurus Forum Pemuda Peduli Lingkungan, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok perempuan dan nelayan. Di antaranya Ibu Satira dan H. Masnun yang mewakili suara masyarakat nelayan Eretan Wetan.

Indramayu, Mevin.ID — Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) PW Nahdlatul Ulama Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan masyarakat Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, yang selama lebih dari satu dekade menghadapi dampak banjir rob dan kerusakan lingkungan pesisir.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan LPBI PW NU Jawa Barat ke Eretan Wetan pada Jumat, 12 Desember 2025. Rombongan LPBI PW NU Jawa Barat diwakili langsung oleh Ketua Dadang Sudardja dan Sekretaris Muhammad Hiqal Fahrurozi.

Dalam kunjungan tersebut, LPBI PW NU Jawa Barat bertemu dengan sekitar 30 warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Eretan Wetan dan Forum Pemuda Peduli Lingkungan. Pertemuan berlangsung di Kopilink, yang menjadi sekretariat bersama kedua organisasi masyarakat tersebut.

Hadir dalam pertemuan itu Ketua Aliansi Masyarakat Desa Eretan Wetan, Supriyanto, perwakilan Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Barat, jajaran pengurus Forum Pemuda Peduli Lingkungan, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok perempuan dan nelayan. Di antaranya Ibu Satira dan H. Masnun yang mewakili suara masyarakat nelayan Eretan Wetan.

Ketua LPBI PW NU Jawa Barat, Dadang Sudardja, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk nyata solidaritas dan keberpihakan LPBI NU terhadap perjuangan warga dalam mempertahankan hak hidupnya.

“Selama kurang lebih 10 tahun, masyarakat Eretan Wetan hidup berdampingan dengan banjir rob yang terus merusak lingkungan. Dampaknya bukan hanya pada kerusakan wilayah tempat tinggal, tetapi juga pada sumber penghidupan, kesehatan ibu dan anak, pendidikan, hingga tatanan sosial dan budaya masyarakat,” ujar Dadang.

Supriyanto, H. Masnun, dan Ibu Satira mengungkapkan ironi kondisi Desa Eretan Wetan saat ini. Pada 1992, desa tersebut pernah menerima penghargaan dari Presiden Soeharto sebagai daerah penghasil ikan budidaya dan tangkap. Namun kini kondisinya berbanding terbalik.

“Banyak nelayan tidak lagi bisa melaut karena wilayah tangkapan ikan rusak akibat praktik penangkapan menggunakan kapal trawl dan cantrang. Cara operasi alat tangkap ini menyapu dasar laut, menghancurkan terumbu karang, ikan-ikan anakan, hingga spesies yang dilindungi,” kata Supriyanto.

Akibat kondisi tersebut, banyak keluarga nelayan terjerat utang demi bertahan hidup. “Kami terpaksa gali lubang tutup lubang, meminjam ke Bang Emok untuk sekadar menyambung hidup,” ungkap H. Masnun.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran mendalam warga terhadap masa depan generasi Eretan Wetan. Menyikapi hal itu, Dadang Sudardja mengajak masyarakat untuk terus bersatu dan berjuang secara kolektif.

“Masyarakat berhak atas lingkungan hidup yang sehat dan kehidupan yang layak. Negara memiliki kewajiban untuk memenuhi hak-hak dasar warga, mulai dari pendidikan, kesehatan, keamanan, hingga kesejahteraan,” tegasnya.

LPBI PW NU Jawa Barat menyatakan siap menjadi bagian dari upaya advokasi dan penguatan masyarakat Eretan Wetan agar perjuangan mereka mendapatkan perhatian dan tanggung jawab negara secara nyata.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan
Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan
Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya
Kuatkan Pendidikan Agama, Pemkab Indramayu Hibahkan Tanah 1,2 Hektare untuk MAN 1
Sidak ke Kaki Gunung Ciremai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Warning Perusak Lingkungan: “Saya Tidak Akan Diam!”
“Pak Dedi, Pangalereskeun Jalan Abdi,” Isak Kecil dari Kegelapan Subuh di Pelosok Garut
Viral di Medsos, Kebun Ubi Cikoneng Cileunyi Mendadak Ramai Dikunjungi, Ekonomi Warga Menggeliat
Update Tragedi Gunung Pongkor: Evakuasi Penambang Terhambat Cuaca Ekstrem, Petugas Pastikan Kabar Ledakan Adalah Hoaks

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:11 WIB

Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:33 WIB

Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:00 WIB

Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:30 WIB

Kuatkan Pendidikan Agama, Pemkab Indramayu Hibahkan Tanah 1,2 Hektare untuk MAN 1

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:05 WIB

Sidak ke Kaki Gunung Ciremai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Warning Perusak Lingkungan: “Saya Tidak Akan Diam!”

Berita Terbaru