Bekasi, Mevin.ID – Ribuan buruh dari Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) memadati area depan PT Multi Strada, Kecamatan Cikarang Timur, Senin (3/11/2025) pagi. Aksi ini membuat jalur utama Bekasi–Karawang di Jalan Urip Sumoharjo lumpuh total sejak pukul 09.00 WIB.
Gelombang massa terus berdatangan hingga siang hari, tak hanya dari Bekasi, tapi juga dari Karawang dan wilayah sekitar. Konvoi sepeda motor dan kendaraan bak terbuka memenuhi badan jalan, menambah panjang antrean kendaraan yang tertahan.
Dari atas mobil komando, para pimpinan serikat buruh bergantian menyuarakan tuntutan. Ketua PD SP KEP SPSI Jawa Barat, Agus Kuswara, menegaskan protes keras atas pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebut dilakukan secara sepihak oleh manajemen PT Multi Strada.
“Kami tidak tinggal diam. Hampir 280 buruh menjadi korban PHK sepihak. Seluruh buruh Bekasi dan sekitarnya kami serukan untuk bersolidaritas,” tegas Agus melalui pengeras suara.
Kisah mengejutkan datang dari Guntoro, Ketua PUK SP KEP PT Multi Strada. Ia mengaku baru kembali dari perjalanan dinas ke Prancis saat kabar pemecatan massal ini muncul.
“Selama ini manajemen selalu duduk bersama serikat pekerja sebelum PHK. Kami minta rencana ini dihentikan dulu. Bila memang harus ada PHK, harus ada perundingan yang adil,” ujar Guntoro.
PT Multi Strada dikenal sebagai produsen ban kendaraan roda dua dan roda empat. Situasi panas di lapangan diperkirakan semakin menguat karena Presiden K-SPSI, Andi Gani Nenawea, dijadwalkan turut hadir dalam aksi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas Bekasi–Karawang masih terhambat dan massa buruh terus bertambah.***
Penulis : Clendy Saputra
Editor : Pratigto


























