Mahamuda Sebut Banjir Bekasi 2026 ‘Dosa Tata Ruang’ Terencana, Desak Audit Investigatif Anggaran SDABMBK

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Mevin.ID – Meluasnya bencana banjir yang melumpuhkan 17 kecamatan di Kabupaten Bekasi memicu reaksi keras dari kelompok aktivis Mahamuda.

Mereka menilai bencana ini bukan sekadar faktor cuaca, melainkan “dosa tata ruang” yang lahir dari pengabaian dokumen teknis oleh pemerintah daerah.

Sekretaris Jenderal Mahamuda, Jaelani Nurseha, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi telah gagal total menjalankan amanat Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) 2022-2026.

KRB Hanya Jadi ‘Macan Kertas’

Jaelani menyoroti bahwa dalam dokumen KRB, terdapat 125.172 hektar wilayah Bekasi yang masuk dalam zona bahaya tinggi. Ironisnya, peringatan tersebut tidak diimbangi dengan kebijakan tata ruang yang ketat.

“Ironisnya, rumah Plt Bupati di Cikarang Utara pun tenggelam. Ini bukti nyata bahwa Dokumen KRB hanya menjadi ‘macan kertas’ yang diabaikan demi syahwat pembangunan perumahan tanpa kontrol,” tegas Jaelani dalam pernyataan resminya, Senin (19/1/2026).

Soroti Anggaran Dinas SDABMBK

Mahamuda melayangkan kritik pedas terhadap Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK).

Jaelani menduga anggaran ratusan miliar yang dikucurkan setiap tahun untuk normalisasi dan padat karya tidak menyentuh akar masalah teknis.

“Rakyat tetap kebanjiran, sedimentasi menyumbat, dan drainase sempit. Kami menduga anggaran tersebut hanya habis untuk proyek kosmetik yang tidak sesuai dengan rekomendasi KRB,” lanjutnya.

Analisis Pelanggaran Tata Ruang

Berdasarkan bedah data Mahamuda, terdapat tiga poin utama kegagalan Pemda Bekasi:

  • Pengabaian Risiko Tinggi: Wilayah padat seperti Tambun Selatan (364.437 jiwa terpapar) dibiarkan tumbuh tanpa kolam retensi yang memadai.
  • Alih Fungsi Lahan Masif: Pembangunan di dataran rendah meningkatkan air larian (run-off) secara ekstrem, sementara pelestarian sempadan sungai (Cipamingkis, Cikarang, Citarum) diabaikan.
  • Sistem Drainase Buntu: Lemahnya pengawasan izin IMB membuat drainase perumahan tidak terintegrasi dengan sungai utama.

Atas kondisi darurat ini, Mahamuda melayangkan tiga tuntutan utama:

  • Audit Investigatif: Mendesak BPK dan aparat penegak hukum mengaudit penggunaan anggaran Dinas SDABMBK tahun 2024-2025.
  • Moratorium Izin Perumahan: Menghentikan pemberian izin perumahan baru di 17 kecamatan terdampak hingga sistem polder dibangun sesuai standar.
  • Perombakan Dinas: Meminta Plt Bupati Bekasi mencopot jajaran dinas yang dianggap gagal memitigasi bencana.

“Jika dalam 3×24 jam tidak ada langkah nyata selain pembagian sembako seremonial, kami akan turun ke jalan. Rakyat Bekasi butuh solusi infrastruktur, bukan sekadar kunjungan pejabat di tengah genangan!” pungkas Jaelani.

Hingga berita ini dimuat, pihak Dinas SDABMBK maupun Pemkab Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan audit investigatif tersebut.***

Facebook Comments Box

Penulis : Fathur Rachman

Editor : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus
Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat
Seruan Setop Bayar Pajak Kendaraan: Pemprov Jateng Kalang Kabut, Siapkan Diskon 5 Persen
Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak
Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan
WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”
Transformasi Regulasi Cagar Budaya dan Implikasi Yuridis Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung
Tragedi Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung: Terungkap Korban Alami Perundungan Sejak SD

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WIB

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus

Senin, 16 Februari 2026 - 20:59 WIB

Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat

Senin, 16 Februari 2026 - 19:31 WIB

Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak

Senin, 16 Februari 2026 - 19:07 WIB

Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan

Senin, 16 Februari 2026 - 15:02 WIB

WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”

Berita Terbaru