Jakarta, Mevin.ID – Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) mengadakan demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis, dengan berbagai tuntutan, salah satunya adalah menolak rangkap jabatan.
Mereka menyuarakan berbagai tuntutan terhadap Presiden Prabowo yang dinilai telah mengeluarkan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.
Para mahasiswa membawa beragam spanduk untuk menyampaikan aspirasi mereka, seperti “Tolak Imunitas Kejaksaan,” “#tolakasasdominuslitis,” dan “Tolak dominasi Kejaksaan dan RUU Kejaksaan.”
“Kami mahasiswa dari berbagai penjuru daerah Indonesia dari Jakarta sampai Mataram berkumpul hari ini untuk menyampaikan aspirasi,” ujar seorang mahasiswa dalam orasinya.
Demonstran menyoroti berbagai persoalan sosial yang dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat, seperti permasalahan pagar laut, kelangkaan gas 3 kg, dan berbagai kebijakan lainnya.
Mereka mendesak pemerintah untuk mengubah kebijakan yang dinilai kurang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Koordinator Pusat BEM SI, Herianto, menjelaskan bahwa pihaknya juga membawa sembilan tuntutan lainnya, termasuk kaji ulang Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, transparansi status pembangunan dan pajak rakyat, evaluasi besar-besaran program Makan Bergizi Gratis, serta tolak Revisi UU Minerba yang bermasalah.
Selain itu, mereka juga menuntut penolakan Dwifungsi TNI, pengesahan RUU Perampasan Aset, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional, penolakan impunitas, dan penuntasan pelanggaran HAM berat.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta kepada mahasiswa peserta unjuk rasa untuk bersama-sama memperbaiki kebijakan pemerintah yang dinilai kurang tepat.
“Mana yang kurang tepat, mari kita perbaiki bersama-sama,” kata Mensesneg Prasetyo di hadapan para mahasiswa itu. Dia mengajak para mahasiswa untuk menunjuk perwakilannya untuk berdiskusi dan memberikan masukan kepada pemerintah.***


























