Bekasi, Mevin.ID – Aksi demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa yang tergabung dalam Forum Rakyat Bekasi (FORAKSI) berlangsung tegang di depan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot, Jalan Perjuangan Dalam No. 99, Marga Mulya, Bekasi Utara, Kamis (13/3) siang.
Aksi ini dipicu oleh dugaan pencurian air Kali Malang oleh PDAM Tirta Patriot serta laporan korupsi di tubuh perusahaan tersebut.
Aksi Dorong-Dorongan dan Perobohan Pintu Pagar
Aksi demo sempat memanas ketika mahasiswa berusaha memasuki area kantor PDAM Tirta Patriot.
Meskipun petugas keamanan berusaha menghalangi, jumlah massa yang lebih banyak membuat mahasiswa berhasil merobohkan pintu pagar dan memasuki halaman gedung.
Para mahasiswa kemudian melanjutkan aksi orasi dan menyampaikan tuntutan mereka di depan kantor PDAM Tirta Patriot.
Tuntutan Mahasiswa
Rion Ilhamsyah, Koordinator Aksi Demo, dalam orasinya menyatakan bahwa FORAKSI menerima laporan tentang dugaan korupsi dan pencurian air Kali Malang oleh PDAM Tirta Patriot.
“Kami mendapatkan laporan bahwa PDAM Tirta Patriot diduga telah melakukan pencurian debit air Kali Malang sebagai bahan baku produksi. Ini adalah tindakan yang merugikan masyarakat dan negara,” tegas Rion.
Mahasiswa menuntut tiga hal utama:
- Evaluasi dan Penindakan Tegas: Mendesak jajaran Direksi PDAM Tirta Patriot untuk mengevaluasi dan menindak tegas oknum pencuri air ilegal di dalam perusahaan.
- Audit Keuangan: Menuntut Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk memeriksa dan mengaudit laporan keuangan PDAM Tirta Patriot guna mengungkap dugaan korupsi.
- Penegakan Hukum: Mendesak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk menjalankan supremasi hukum, khususnya Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Direksi PDAM Tirta Patriot Tidak Menemui Pendemo
Sayangnya, hingga aksi demo berakhir, tidak ada perwakilan Direksi PDAM Tirta Patriot yang bersedia menemui para mahasiswa.
Hal ini memicu kemarahan para pendemo, yang mengancam akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Direksi PDAM Tirta Patriot terkait aksi demo dan tudingan yang dilayangkan oleh mahasiswa.
Aksi ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya air, terutama oleh perusahaan milik daerah seperti PDAM Tirta Patriot.
Masyarakat dan mahasiswa berharap agar dugaan korupsi dan pencurian air ini segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang untuk memastikan keadilan dan keberlanjutan sumber daya air bagi warga Bekasi.
FORAKSI mengancam akan kembali melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak direspons dengan serius oleh PDAM Tirta Patriot dan pihak terkait.


























