Bekasi, Mevin.ID – Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa, Mochamad Sani, dari Fakultas Ekonomi, mendesak Bupati Bekasi terpilih, Ade Kuswara Kunang, dan Wakil Bupati Asep Surya Amaja, untuk membersihkan lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dari praktik korupsi.
Pelantikan keduanya diharapkan menjadi momentum baru bagi pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan pro-rakyat, guna mewujudkan masyarakat Bekasi yang bangkit, maju, dan bersinar.
Sani, yang saat ini duduk di semester empat, menegaskan bahwa Bupati Ade Kuswara harus memastikan seluruh jajaran pejabat di semua dinas bersih dari korupsi.
“Persoalan di Kabupaten Bekasi, seperti proyek pembangunan yang tidak sesuai aturan hingga proyek gelap, tidak kunjung usai karena masih adanya oknum pejabat yang korup. Bupati Ade Kuswara harus menyelesaikan masalah ini agar kinerja pemerintahan bersih dari korupsi, karena itu adalah kunci utama kesejahteraan masyarakat Bekasi,” ujar Sani, yang juga menjabat sebagai Koordinator Persatuan Pemuda Mahasiswa Melawan.
Sani menyoroti dugaan keterlibatan beberapa oknum pejabat kepala dinas dalam kasus korupsi, termasuk proyek-proyek yang diduga menyelewengkan anggaran.
“Kami terus memantau salah satu oknum kepala dinas yang diduga terlibat dalam kasus korupsi WC Sultan, serta beberapa proyek dan pengadaan di dinasnya yang bermasalah. Kami tidak perlu menyebut namanya, tetapi akan menyampaikan langsung kepada Bupati Ade Kuswara,” tegasnya.
Sani dan rekan-rekannya dari Persatuan Pemuda Mahasiswa Melawan berkomitmen untuk terus mengawal kasus korupsi ini hingga tuntas. Mereka juga berencana melakukan aksi demonstrasi pada Senin mendatang.
“Kami akan melakukan konsolidasi untuk mobilisasi massa dan aksi pada Minggu besok. Rencananya, kami akan berdemonstrasi di depan Kantor Bupati Bekasi dan Kantor Kejaksaan Kabupaten Bekasi. Kami akan mengerahkan massa sebanyak-banyaknya untuk menyuarakan tuntutan kami, termasuk membuka laporan dan temuan terkait oknum pejabat yang diduga terlibat korupsi, seperti kasus WC Sultan,” tutur Sani.
Aksi ini merupakan bentuk tekanan dari mahasiswa dan pemuda agar pemerintah daerah serius memberantas korupsi dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. ***
Penulis : Pratigto


























