Bandung, Mevin.ID – Di era informasi yang melaju sekencang swipe layar ponsel, siapa sangka koran cetak kembali jadi rebutan di Bandung?
Bukan karena skandal politik atau headline kriminal, tapi karena dua pasang mata misterius yang terpampang tanpa nama di halaman depan edisi cetak hari Rabu, 25 Juni 2025.
Bukan media sosial, bukan kanal YouTube — Persib Bandung justru memilih koran lokal untuk memancing rasa penasaran publik. Di situ terpampang dua pasang mata, tajam dan penuh teka-teki, disertai satu kalimat provokatif:
“Siapa mereka yang akan jadi bagian baru dari sejarah Persib?”
Koran Jadi Viral, Bobotoh Jadi Detektif
Warga Bandung, terutama Bobotoh, langsung dibuat heboh. Obrolan warung kopi, grup WhatsApp, hingga utas X (Twitter) mendadak dipenuhi spekulasi. Siapa dua pemain baru itu?
Tebakan paling populer mengarah ke Alfeandra Dewangga. Tapi satu mata lagi membuat penasaran—berwajah asing, ada kemungkinan bule. “Jangan-jangan pemain Brasil?” celetuk netizen.
Koran yang biasanya luput dari perhatian anak muda mendadak jadi rebutan. Di beberapa kios bahkan ludes sebelum tengah hari. Media cetak yang sebelumnya dianggap usang, seolah bangkit jadi medium paling relevan—setidaknya selama 24 jam penuh misteri.
Keesokan Harinya: Jawaban di Kamis, 26 Juni 2025
Teka-teki akhirnya terjawab pada Kamis, 26 Juni 2025. Di hari kedua, koran cetak kembali hadir, kali ini membawa wajah utuh dari dua pasang mata kemarin:
Alfeandra Dewangga dan Julio Cesar de Fleitas Filho, dua pemain bertahan anyar yang siap memperkuat Persib Bandung musim depan.
Langkah ini bukan sekadar transfer announcement. Ini adalah strategi komunikasi yang menyentuh memori kolektif masyarakat Bandung, terutama generasi yang tumbuh besar dengan kliping Persib di dinding kamar dan laci meja makan.
“Kami ingin menjangkau semua lapisan, termasuk mereka yang masih menyukai media cetak. Ini bukan sekadar promosi, ini bagian dari sejarah dan kenangan,” ujar Adhi Pratama, Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat.

Saat Taktik Persib Bermain di Luar Lapangan
Langkah Persib ini ibarat taktik kejutan: di saat semua tim sibuk membuat konten viral, mereka justru memilih medium lama yang membangkitkan rasa.
Dari halaman depan koran, rasa penasaran, emosi, hingga kebanggaan dibangun secara perlahan — dan berhasil. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, koran cetak kembali punya “fungsi sosial”: membuat orang berbicara, berspekulasi, dan merasa terhubung.
Dari tatapan mata di Rabu pagi, hingga senyum bangga di Kamis siang, Persib tak hanya merekrut dua pemain — tapi juga menghidupkan kembali medium yang nyaris dilupakan.***

























