Megawati Sebut Wacana Pilkada via DPRD Mirip Senam ‘Poco-poco’, Maju-Mundur Demokrasi

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pilkada lewat DPRD. (Foto: Artificial Intelligence -rmoljabar)

Ilustrasi pilkada lewat DPRD. (Foto: Artificial Intelligence -rmoljabar)

JAKARTA, Mevin.ID – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyoroti tajam wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara tidak langsung yang sedang digodok di DPR dan pemerintah. Melalui kader muda PDIP, Syaeful Mujab, Megawati menyampaikan bahwa wacana tersebut membuat demokrasi Indonesia seperti senam ‘poco-poco’, yang melangkah maju-mundur.

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers Rakernas PDIP ke-53 di Ancol, Jakarta Utara, hari ini. “Bagi Bu Mega dan PDI Perjuangan yang namanya demokrasi itu harus maju ke depan. […] ini demokrasi mau dibuat kayak senam poco-poco, maju-mundur, maju-mundur,” ujar Syaeful, mengutip Megawati.

Politik Uang Bukan Alasan Cabut Hak Rakyat

PDIP menegaskan bahwa persoalan politik uang, yang kerap dijadikan dalih pendukung Pilkada tidak langsung, tidak boleh diselesaikan dengan mencabut hak konstitusional rakyat. “PDI Perjuangan yakin persoalan politik uang itu tidak harus dengan mengamputasi hak rakyat untuk memilih,” tegas Syaeful.

Hilangnya Hubungan Langsung Pemimpin dengan Rakyat
Juru Bicara PDIP, Seno Bagaskoro, yang hadir dalam kesempatan yang sama, menambahkan bahwa Pilkada langsung adalah sarana penting bagi rakyat untuk mengevaluasi dan mengenal calon pemimpinnya. Tanpa pemilihan langsung, ikatan (bonding) antara pemimpin dan yang dipimpin akan hilang.

“Masa haknya untuk menyuarakan saja [dia mau memilih siapa]… masa haknya seperti itu saja mau diambil?” kata Seno. Ia mempertanyakan bagaimana seorang pemimpin dapat merasakan keresahan rakyatnya jika tidak ada proses pengenalan melalui kontestasi langsung.

PDIP berharap demokrasi Indonesia dapat terus maju ke depan dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Sikap resmi partai mengenai penolakan ini rencananya akan disampaikan lebih tegas pada penutupan Rakernas besok.***

Facebook Comments Box

Editor : Atep K

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Suap Proyek Pemkab Bekasi: KPK Duga Anggota DPRD Nyumarno Terima Aliran Dana Rp600 Juta
Waspada! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Wilayah Ini Berstatus Siaga
Iran Membara: Korban Jiwa Tembus 2.000 Orang, Khamenei Tuding AS di Balik Kekacauan
Program MBG Jadi Perhatian Global, Jepang Tawarkan Program Magang untuk Siswa SMK
Jokowi Soal Pertemuan dengan Eggi Sudjana: Silaturahmi Lebih Penting dari Perdebatan Maaf
BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Kawasan Batugamping, Cermati Penjelasannya
Usai Digeledah KPK, Menkeu Purbaya Ancam Tendang Pegawai Pajak Korup ke Daerah Terpencil
Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran, Perpemindo Gandeng Platindo Siapkan PMI Kompeten dan Bermartabat

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:49 WIB

Kasus Suap Proyek Pemkab Bekasi: KPK Duga Anggota DPRD Nyumarno Terima Aliran Dana Rp600 Juta

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:31 WIB

Iran Membara: Korban Jiwa Tembus 2.000 Orang, Khamenei Tuding AS di Balik Kekacauan

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:56 WIB

Program MBG Jadi Perhatian Global, Jepang Tawarkan Program Magang untuk Siswa SMK

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:04 WIB

Jokowi Soal Pertemuan dengan Eggi Sudjana: Silaturahmi Lebih Penting dari Perdebatan Maaf

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:58 WIB

BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Kawasan Batugamping, Cermati Penjelasannya

Berita Terbaru