KARAWANG, Mevin.ID – Di tengah kepungan air yang merendam pemukiman, sebuah suara khas yang keluar dari pengeras suara kecil masih terdengar nyaring: “Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, gurih-gurih enyoy!”
Suara itu bukan berasal dari rekaman lama, melainkan aksi nyata seorang pria paruh baya yang mendadak viral di media sosial.
Di saat sebagian besar warga memilih berdiam diri di dalam rumah karena banjir setinggi 50 cm, pria berbaju hitam ini justru tetap setia mendorong gerobaknya menembus genangan.
Kegigihan di Balik Genangan Air
Dalam video yang beredar luas, tampak sang penjual tidak hanya sekadar melintas. Dengan tangan yang lincah, ia tetap menggoreng tahu di atas wajan panas meski air banjir berada tepat di bawah lututnya.
Asap mengepul dari gerobak, kontras dengan dinginnya air cokelat yang merendam jalanan pemukiman yang sepi.
Kondisi sulit ini nampaknya tidak menjadi penghalang. Bagi pria ini, banjir bukanlah alasan untuk berhenti mencari nafkah.
Mengenakan pakaian hitam sederhana, ia terus melangkah perlahan, memastikan roda gerobaknya tetap berputar meski beban yang didorong terasa berkali-kali lipat lebih berat akibat hambatan air.
Simpati dan Apresiasi Warganet
Aksi heroik bin gigih ini langsung memancing reaksi emosional dari netizen. Kolom komentar unggahan tersebut dibanjiri oleh rasa simpati dan rasa hormat.
“Definisi pejuang keluarga yang sesungguhnya. Sehat selalu, Pak, semoga dagangannya laris manis,” tulis salah satu warganet.
Banyak yang merasa tersentuh melihat bagaimana seorang ayah tetap berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah kondisi bencana yang menghimpit.
Fenomena ini dianggap sebagai potret nyata keteguhan masyarakat kecil yang harus terus bertahan hidup meski dihadapkan pada situasi yang tidak memihak.
Simbol Perjuangan Masyarakat Kecil
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi banyak orang tentang kerasnya perjuangan di akar rumput. Di balik video singkat tersebut, tersimpan pesan mendalam tentang tanggung jawab dan dedikasi.
Genangan air setinggi setengah meter mungkin menenggelamkan akses jalan, namun tidak bagi semangat sang penjual tahu bulat.
Ia adalah representasi dari jutaan orang yang terus “menggoreng” harapan di tengah badai kesulitan, demi memastikan dapur di rumah tetap mengepul.
Hingga saat ini, video tersebut terus dibagikan sebagai sumber inspirasi bagi mereka yang tengah merasa lelah dengan keadaan.
Karena terkadang, pelajaran tentang kehidupan tidak datang dari podium besar, melainkan dari bunyi denting sodet di atas gerobak tahu bulat yang menerjang banjir.***
Editor : Bar Bernad


























