Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG, Mevin.ID –  Di tengah kepungan air yang merendam pemukiman, sebuah suara khas yang keluar dari pengeras suara kecil masih terdengar nyaring: “Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, gurih-gurih enyoy!”

Suara itu bukan berasal dari rekaman lama, melainkan aksi nyata seorang pria paruh baya yang mendadak viral di media sosial.

Di saat sebagian besar warga memilih berdiam diri di dalam rumah karena banjir setinggi 50 cm, pria berbaju hitam ini justru tetap setia mendorong gerobaknya menembus genangan.

Kegigihan di Balik Genangan Air

Dalam video yang beredar luas, tampak sang penjual tidak hanya sekadar melintas. Dengan tangan yang lincah, ia tetap menggoreng tahu di atas wajan panas meski air banjir berada tepat di bawah lututnya.

Asap mengepul dari gerobak, kontras dengan dinginnya air cokelat yang merendam jalanan pemukiman yang sepi.

Kondisi sulit ini nampaknya tidak menjadi penghalang. Bagi pria ini, banjir bukanlah alasan untuk berhenti mencari nafkah.

Mengenakan pakaian hitam sederhana, ia terus melangkah perlahan, memastikan roda gerobaknya tetap berputar meski beban yang didorong terasa berkali-kali lipat lebih berat akibat hambatan air.

Simpati dan Apresiasi Warganet

Aksi heroik bin gigih ini langsung memancing reaksi emosional dari netizen. Kolom komentar unggahan tersebut dibanjiri oleh rasa simpati dan rasa hormat.

“Definisi pejuang keluarga yang sesungguhnya. Sehat selalu, Pak, semoga dagangannya laris manis,” tulis salah satu warganet.

Banyak yang merasa tersentuh melihat bagaimana seorang ayah tetap berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah kondisi bencana yang menghimpit.

Fenomena ini dianggap sebagai potret nyata keteguhan masyarakat kecil yang harus terus bertahan hidup meski dihadapkan pada situasi yang tidak memihak.

Simbol Perjuangan Masyarakat Kecil

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi banyak orang tentang kerasnya perjuangan di akar rumput. Di balik video singkat tersebut, tersimpan pesan mendalam tentang tanggung jawab dan dedikasi.

Genangan air setinggi setengah meter mungkin menenggelamkan akses jalan, namun tidak bagi semangat sang penjual tahu bulat.

Ia adalah representasi dari jutaan orang yang terus “menggoreng” harapan di tengah badai kesulitan, demi memastikan dapur di rumah tetap mengepul.

Hingga saat ini, video tersebut terus dibagikan sebagai sumber inspirasi bagi mereka yang tengah merasa lelah dengan keadaan.

Karena terkadang, pelajaran tentang kehidupan tidak datang dari podium besar, melainkan dari bunyi denting sodet di atas gerobak tahu bulat yang menerjang banjir.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus
Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat
Seruan Setop Bayar Pajak Kendaraan: Pemprov Jateng Kalang Kabut, Siapkan Diskon 5 Persen
Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak
Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan
WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”
Transformasi Regulasi Cagar Budaya dan Implikasi Yuridis Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung
Tragedi Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung: Terungkap Korban Alami Perundungan Sejak SD

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WIB

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus

Senin, 16 Februari 2026 - 20:59 WIB

Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat

Senin, 16 Februari 2026 - 19:31 WIB

Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak

Senin, 16 Februari 2026 - 19:07 WIB

Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan

Senin, 16 Februari 2026 - 15:02 WIB

WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”

Berita Terbaru