Bandung Barat, Mevin.ID – Ambisi bisnis outdoor lifestyle kini menuai sorotan tajam. Proyek Eiger Camp yang sedang dibangun di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, didapati menyalahi batas perizinan.
Sekitar 1.200 meter persegi lahan digarap di luar site plan yang disahkan, memicu peringatan keras dari DPRD setempat atas potensi ancaman lingkungan.
Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Komisi I dan III DPRD Bandung Barat, ditemukan pelanggaran signifikan yang mengindikasikan ketidaksesuaian antara dokumen izin dan kondisi lapangan.
“Secara administratif izinnya sah, tapi realitanya tidak sesuai. Ini pelanggaran serius,” tegas Ketua Komisi III, Pither Tjuandys, Selasa (15/4/2025).
Rawan Bencana, Rencana Harus Direvisi
Temuan ini menjadi alarm keras mengingat lokasi proyek berada di Kawasan Bandung Utara (KBU), wilayah yang dikenal rawan longsor dan banjir. Pither menegaskan, jika tidak segera dikoreksi, pembangunan bisa berdampak buruk pada lingkungan sekitar dan keselamatan warga.
“Kondisi geografis KBU tidak bisa disepelekan. Kami mendesak agar pengembang merevisi rencana pembangunan dan menyertakan kajian lingkungan yang lebih komprehensif,” ujarnya.
DPRD Sentil Pengawasan Pemda: Jangan Hanya Andalkan Meja Persetujuan
Ketua Komisi I, Sandi Supyandi, menambahkan bahwa proyek seperti ini membutuhkan pengawasan ketat, bukan hanya proses administratif di atas kertas. Ia mendorong penerapan prinsip Zero Run Off—konsep pembangunan yang mencegah limpasan air hujan sebagai langkah antisipasi bencana.
“Kita sudah berkali-kali melihat bagaimana pembangunan yang sembrono di KBU hanya tinggal menunggu bencana. Jangan sampai kejadian terulang hanya karena pengawasan lemah,” kata Sandi.
EIGER Akui Kesalahan, Janji Revisi
Menanggapi temuan ini, Direktur EIGER Adventure, Imanuel Wirajaya, mengakui adanya pelanggaran. Ia menyatakan bahwa pihaknya tengah memproses revisi site plan sesuai dengan arahan pemerintah daerah.
“Kami menyadari kekeliruan tersebut dan sedang dalam proses pengajuan perubahan dokumen site plan. Komitmen kami adalah menjalankan proyek ini dengan standar yang sesuai aturan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Catatan Kritis untuk Bandung Barat
Skandal ini membuka kembali perdebatan lama soal lemahnya kontrol pembangunan di wilayah sensitif seperti KBU.
Banyak pihak kini mendesak agar proyek-proyek serupa tidak hanya dinilai dari sisi ekonomi, tapi juga dari ketahanan ekologi dan dampak jangka panjang terhadap lingkungan hidup.
Dengan sorotan mengarah pada Eiger Camp, publik kini menunggu: apakah proyek ini akan menjadi contoh pembenahan tata kelola, atau justru menambah daftar panjang pelanggaran di zona merah Bandung Utara? ***


























