Melenceng dari Izin, Proyek Eiger Camp Dikecam: DPRD Warning Potensi Bencana di Kawasan Rawan Longsor

- Redaksi

Rabu, 16 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan garapan yang diduga bakal dijadikan objek wisata membelah rimbun dan hijaunya lereng Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat.  (Instagram @denisugandi)

i

Lahan garapan yang diduga bakal dijadikan objek wisata membelah rimbun dan hijaunya lereng Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat. (Instagram @denisugandi)

Bandung Barat, Mevin.ID Ambisi bisnis outdoor lifestyle kini menuai sorotan tajam. Proyek Eiger Camp yang sedang dibangun di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, didapati menyalahi batas perizinan.

Sekitar 1.200 meter persegi lahan digarap di luar site plan yang disahkan, memicu peringatan keras dari DPRD setempat atas potensi ancaman lingkungan.

Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Komisi I dan III DPRD Bandung Barat, ditemukan pelanggaran signifikan yang mengindikasikan ketidaksesuaian antara dokumen izin dan kondisi lapangan.

“Secara administratif izinnya sah, tapi realitanya tidak sesuai. Ini pelanggaran serius,” tegas Ketua Komisi III, Pither Tjuandys, Selasa (15/4/2025).

Rawan Bencana, Rencana Harus Direvisi

Temuan ini menjadi alarm keras mengingat lokasi proyek berada di Kawasan Bandung Utara (KBU), wilayah yang dikenal rawan longsor dan banjir. Pither menegaskan, jika tidak segera dikoreksi, pembangunan bisa berdampak buruk pada lingkungan sekitar dan keselamatan warga.

“Kondisi geografis KBU tidak bisa disepelekan. Kami mendesak agar pengembang merevisi rencana pembangunan dan menyertakan kajian lingkungan yang lebih komprehensif,” ujarnya.

DPRD Sentil Pengawasan Pemda: Jangan Hanya Andalkan Meja Persetujuan

Ketua Komisi I, Sandi Supyandi, menambahkan bahwa proyek seperti ini membutuhkan pengawasan ketat, bukan hanya proses administratif di atas kertas. Ia mendorong penerapan prinsip Zero Run Off—konsep pembangunan yang mencegah limpasan air hujan sebagai langkah antisipasi bencana.

“Kita sudah berkali-kali melihat bagaimana pembangunan yang sembrono di KBU hanya tinggal menunggu bencana. Jangan sampai kejadian terulang hanya karena pengawasan lemah,” kata Sandi.

EIGER Akui Kesalahan, Janji Revisi

Menanggapi temuan ini, Direktur EIGER Adventure, Imanuel Wirajaya, mengakui adanya pelanggaran. Ia menyatakan bahwa pihaknya tengah memproses revisi site plan sesuai dengan arahan pemerintah daerah.

“Kami menyadari kekeliruan tersebut dan sedang dalam proses pengajuan perubahan dokumen site plan. Komitmen kami adalah menjalankan proyek ini dengan standar yang sesuai aturan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Catatan Kritis untuk Bandung Barat

Skandal ini membuka kembali perdebatan lama soal lemahnya kontrol pembangunan di wilayah sensitif seperti KBU.

Banyak pihak kini mendesak agar proyek-proyek serupa tidak hanya dinilai dari sisi ekonomi, tapi juga dari ketahanan ekologi dan dampak jangka panjang terhadap lingkungan hidup.

Dengan sorotan mengarah pada Eiger Camp, publik kini menunggu: apakah proyek ini akan menjadi contoh pembenahan tata kelola, atau justru menambah daftar panjang pelanggaran di zona merah Bandung Utara? ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep
Semarak Ramadhan di Bantargebang: LPM Ciketing Udik Gelar Santunan dan Ngabuburit Bareng Komedi Topeng Bekasi
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak
Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026
Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat
Kades Hoho Temui Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Bahas Keamanan hingga Tata Kelola Desa
Ngeri! Begal Tusuk Ojol Wanita di Jembatan Gantung Rancamanyar Bandung pada Sabtu Tengah Malam

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:43 WIB

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:44 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:30 WIB

Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:06 WIB

Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:28 WIB

Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat

Berita Terbaru