JAKARTA, Mevin.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi. Para pelaku pasar terpantau mengambil sikap defensif dan cenderung beralih ke aset aman (safe haven) menjelang pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Berdasarkan data pasar pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu (25/2), rupiah merosot 19 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp16.848 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.829 per dolar AS.
Fokus Pasar: Kebijakan Dagang dan Konflik Global
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh sikap hati-hati investor terhadap prospek kebijakan AS ke depan.
“Para pelaku pasar memantau dengan cermat potensi perkembangan kebijakan perdagangan AS dan tindakan lebih lanjut di Timur Tengah,” ujar Josua kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Kondisi ketidakpastian ini meningkatkan permintaan terhadap dolar AS, yang akhirnya menekan mata uang Garuda dan mata uang utama lainnya.
Pidato Kenegaraan di Tengah Merosotnya Approval Rating
Mengutip laporan Xinhua, Presiden Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato State of the Union (SOTU) pada Selasa malam waktu AS (Rabu pagi WIB). Ini merupakan pidato SOTU pertama Trump sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS untuk periode kedua.
Meskipun Trump diperkirakan akan memaparkan pencapaian masa jabatannya, pidato ini dibayangi oleh sentimen negatif publik:
-
Approval Rating Rendah: Jajak pendapat terbaru menunjukkan hanya 32 persen warga AS yang menilai prioritas Trump sudah tepat.
-
Ketidakpuasan Publik: Sebanyak 68 persen responden merasa pemerintah belum cukup memperhatikan isu-isu krusial negara.
Proyeksi Nilai Tukar Hari Ini
Meski dibuka melemah, rupiah diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi sepanjang hari ini. Josua Pardede memproyeksikan rupiah akan diperdagangkan di kisaran: Rentang Proyeksi: Rp16.775 – Rp16.900 per dolar AS.
Editor : Bar Bernad


























