Menanti Pidato ‘State of the Union’ Trump, Rupiah Tergelincir ke Rp16.848

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menyusun uang dolar AS dan rupiah di Bank Syariah Indonesia (BSI), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025)

i

Petugas menyusun uang dolar AS dan rupiah di Bank Syariah Indonesia (BSI), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025)

JAKARTA, Mevin.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi. Para pelaku pasar terpantau mengambil sikap defensif dan cenderung beralih ke aset aman (safe haven) menjelang pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Berdasarkan data pasar pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu (25/2), rupiah merosot 19 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp16.848 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.829 per dolar AS.

Fokus Pasar: Kebijakan Dagang dan Konflik Global

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh sikap hati-hati investor terhadap prospek kebijakan AS ke depan.

“Para pelaku pasar memantau dengan cermat potensi perkembangan kebijakan perdagangan AS dan tindakan lebih lanjut di Timur Tengah,” ujar Josua kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Kondisi ketidakpastian ini meningkatkan permintaan terhadap dolar AS, yang akhirnya menekan mata uang Garuda dan mata uang utama lainnya.

Pidato Kenegaraan di Tengah Merosotnya Approval Rating

Mengutip laporan Xinhua, Presiden Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato State of the Union (SOTU) pada Selasa malam waktu AS (Rabu pagi WIB). Ini merupakan pidato SOTU pertama Trump sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS untuk periode kedua.

Meskipun Trump diperkirakan akan memaparkan pencapaian masa jabatannya, pidato ini dibayangi oleh sentimen negatif publik:

  • Approval Rating Rendah: Jajak pendapat terbaru menunjukkan hanya 32 persen warga AS yang menilai prioritas Trump sudah tepat.

  • Ketidakpuasan Publik: Sebanyak 68 persen responden merasa pemerintah belum cukup memperhatikan isu-isu krusial negara.

Proyeksi Nilai Tukar Hari Ini

Meski dibuka melemah, rupiah diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi sepanjang hari ini. Josua Pardede memproyeksikan rupiah akan diperdagangkan di kisaran: Rentang Proyeksi: Rp16.775 – Rp16.900 per dolar AS.

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lampu Kuning! Bappenas Sebut Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Jakarta dan Jatim Jadi Sorotan Utama
Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus
Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik
Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG
bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H
Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis
Perangi Scam! OJK Blokir 436 Ribu Rekening Penipu, Rp566 Miliar Dana Korban Diselamatkan
Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah Percepat Impor Minyak dari AS; Projo Apresiasi Langkah Cepat

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:56 WIB

Lampu Kuning! Bappenas Sebut Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Jakarta dan Jatim Jadi Sorotan Utama

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:06 WIB

Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus

Senin, 9 Maret 2026 - 20:18 WIB

Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:40 WIB

bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H

Berita Terbaru