Mencekam! Banjir Bandang dan Longsor Terjang Ngawen Gunungkidul, Puluhan Warga Mengungsi

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUNUNGKIDUL, Mevin.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, DIY, memicu terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor pada Selasa (17/2/2026) petang.

Peristiwa ini menyisakan trauma mendalam bagi warga yang rumahnya hancur diterjang material lumpur dan bebatuan besar dari perbukitan.

Kesaksian Warga: “Lumpur dan Batu Banyak Banget”

Suasana mencekam dirasakan oleh Partini, warga Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, yang rumahnya berada tepat di lereng bukit.

Saat hujan deras melanda sekitar pukul 16.00 WIB, air berwarna coklat pekat tiba-tiba datang membawa material batu dan lumpur yang masuk hingga ke dalam rumahnya.

“Saya keluar lewat pintu belakang, tidak berani lewat luar. Lumpur dan batu banyak banget,” ungkap Partini yang terpaksa menyelamatkan diri tanpa sempat menutup pintu rumah.

Senada dengan Partini, warga lainnya bernama Fendi M. Muslim menyebutkan bahwa banjir bandang ini datang secara tiba-tiba tanpa peringatan dini sekitar pukul 16.30 WIB. Material yang dibawa air tidak hanya lumpur, melainkan juga bebatuan besar dan batang kayu dari atas bukit.

Belasan Rumah Rusak dan 51 Jiwa Terdampak

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Panewu Ngawen, Agus Sumaryono, tercatat dampak kerusakan yang cukup serius:

  • Rumah Rusak Berat: 5 unit.
  • Rumah Rusak Ringan: 13 unit.
  • Warga Terdampak: Sebanyak 12 kepala keluarga dengan total 51 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Proses Evakuasi dan Pembersihan

Hingga Rabu (18/2/2026) pagi, warga dibantu oleh relawan, tim BPBD, serta personel TNI dan Polri terpantau masih berjibaku membersihkan material longsor.

Akses jalan yang sempat tertutup bebatuan besar kini mulai diupayakan terbuka dengan cara memecah batu secara manual maupun alat bantu lainnya.

Kondisi cuaca yang masih tidak menentu membuat petugas mengimbau warga, terutama yang tinggal di lereng perbukitan, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis
Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi
Pererat Silaturahmi, DPK Apindo Bekasi Santuni Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Tuna Netra
Drainase Buruk, Hujan Deras Rendam Jalan Ciapus Tamansari: Akses Warga Calobak Terhambat
Teror dari Lubang Kakus: Saat Ular Piton 3 Meter Menjadikan Septic Tank Kos-Kosan Cikarang Sebagai Markas
Geledah Kantor KONI, Kejari Majalengka Usut Dugaan Korupsi Hibah Rp6 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:06 WIB

Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:40 WIB

Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:08 WIB

Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:28 WIB

Pererat Silaturahmi, DPK Apindo Bekasi Santuni Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Tuna Netra

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:04 WIB

Drainase Buruk, Hujan Deras Rendam Jalan Ciapus Tamansari: Akses Warga Calobak Terhambat

Berita Terbaru