Mendagri Dukung Penuh Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Desa

- Redaksi

Selasa, 11 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, Selasa (11/3/2025). ANTARA/HO-Puspen Kemendagri/am

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, Selasa (11/3/2025). ANTARA/HO-Puspen Kemendagri/am

Jakarta, Mevin.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat perekonomian desa, menjadikannya sebagai sentra ekonomi baru, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk menjaga agar desa tidak terjadi urbanisasi dan desa menjadi sentra ekonomi penghasil produksi, yang menyumbang pertumbuhan ekonomi. Itu kira-kira harapan kita,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Peran Kopdes Merah Putih dalam Ketahanan Pangan

Tito menekankan bahwa Kopdes Merah Putih memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat desa.

Dengan adanya koperasi ini, hasil produksi petani dapat terserap dengan baik, sehingga mereka terlindungi dari praktik kecurangan yang merugikan, seperti tengkulak, rentenir, dan sistem ijon.

“Dan dapat memotong dari kesulitan yang mereka alami selama ini, [seperti] praktik dari tengkulak, rentenir, ijon, dan lain-lain, karena semua diambil alih oleh Kopdes Merah Putih ini,” jelasnya.

Menciptakan Ekonomi Desa yang Sehat dan Berkeadilan

Keberadaan Kopdes Merah Putih diharapkan dapat menciptakan ekonomi desa yang lebih sehat dan berkeadilan.

Program-program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa juga akan lebih mudah diimplementasikan melalui koperasi ini.

“Seperti misalnya apotek desa dengan obat generik [yang] harganya murah. Masyarakat tertolong, rakyat desa tertolong, murah obatnya. Dan pupuk misalnya, juga penyaluran pupuk bisa disalurkan melalui koperasi, sehingga tepat sasaran, yang subsidi terutama. Karena desa yang paling paham petani mana yang perlu subsidi, mana yang tidak,” tegas Tito.

Dukungan Menkop untuk Kopdes Merah Putih

Senada dengan Mendagri, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh.

Menurutnya, koperasi merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pemerataan ekonomi, khususnya ekonomi rakyat.

“Khususnya ekonomi rakyat,” ujar Budi Arie.

Dia menekankan bahwa menghapus kemiskinan di desa adalah kunci utama bagi kemajuan Indonesia. Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan bermakna jika masih banyak masyarakat desa yang hidup dalam kemiskinan.

“Karena pembangunan ini, kemajuan Indonesia tidak ada artinya kalau desa-desa tidak maju. Kemampuan Indonesia, tidak ada artinya kalau masih banyak rakyat, khususnya di desa, yang miskin,” pungkasnya.

Dukungan dari APDESI

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir, serta Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Surta Wijaya beserta jajaran pengurus.

Surta Wijaya menyatakan kesiapan APDESI untuk mendukung program pembentukan Kopdes Merah Putih. “Kami siap mendukung penuh program ini demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Tujuan Jangka Panjang

Pembentukan Kopdes Merah Putih diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai persoalan di desa, seperti kemiskinan, ketimpangan ekonomi, dan urbanisasi.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, koperasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan ekonomi di desa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tutup Tito.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Berang: Utang BUMN Rp3,7 Triliun di Bank BJB Jadi Beban Jawa Barat, Ini Daftarnya
Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya: Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat!
Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 
Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun
Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara
Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini
Minimarket Sumedang Wajib ‘Wakaf Hijau’? Tuntutan Syarat Izin Baru Berbasis Lingkungan Mencuat
Disindir Prabowo Soal Praktik ‘Main Mata’ di Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siap Bersih-Bersih Skuad

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:21 WIB

Dedi Mulyadi Berang: Utang BUMN Rp3,7 Triliun di Bank BJB Jadi Beban Jawa Barat, Ini Daftarnya

Senin, 19 Januari 2026 - 22:34 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya: Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat!

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:15 WIB

Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:44 WIB

Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:44 WIB

Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara

Berita Terbaru