JAKARTA, Mevin.ID — Warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) kini perlu memberikan perhatian lebih pada kondisi geologi di bawah kaki mereka.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja mengungkap keberadaan Sesar Cisadane, sebuah patahan tektonik yang memiliki sejarah panjang hingga “membelah gunung” di masa lalu.
Sesar ini melengkapi daftar ancaman seismik di wilayah metropolitan selain Sesar Baribis dan Sesar Citarik yang sudah lebih dulu dikenal.
View this post on Instagram
Jejak Tektonik di Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang
Penemuan ini merupakan hasil ekspedisi lapangan yang melibatkan Badan Geologi, Badan Informasi Geospasial (BIG), BPBD Kabupaten Bogor, dan PT Oseanland.
Fokus penelitian berada di Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang yang terletak di Rumpin, Kabupaten Bogor—hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari Jakarta.
Berdasarkan analisis teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) serta data seismik, para peneliti menemukan fakta unik:
- Gunung yang Terpisah: Dahulu, Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang diperkirakan saling terhubung. Namun, aktivitas tektonik dari Sesar Cisadane memisahkan keduanya, yang kini dibatasi oleh aliran Sungai Cisadane.
- Mantan Dasar Laut: Batuan pasir gampingan dan fosil moluska di lokasi tersebut menunjukkan bahwa wilayah ini dulunya adalah dasar laut dangkal yang terangkat ke permukaan akibat aktivitas sesar jutaan tahun lalu.
Potensi Aktif dan Jejak Rekahan
Salah satu bukti fisik keberadaan sesar ini adalah adanya rekahan memanjang di puncak Gunung Panjang yang searah dengan pola Sesar Cisadane (Barat Laut–Tenggara).
Menariknya, di celah rekahan tersebut muncul mata air panas yang kini menjadi pemandian masyarakat.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa meskipun Sesar Cisadane adalah sesar tua (terbentuk sekitar 5 juta tahun lalu), ada indikasi sesar ini memotong batuan Kuarter atau batuan berumur muda (sekitar 2 juta tahun lalu).
“Sesar ini diperkirakan memanjang dari Bogor hingga pesisir Tangerang, dan diperkirakan berpotensi aktif,” tulis Badan Geologi dalam unggahan resminya.
Warga Diminta Waspada, Bukan Panik
Meski statusnya berpotensi aktif, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak panik secara berlebihan. Fokus utama saat ini adalah meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan.
Langkah Mitigasi yang Disarankan:
- Konstruksi Tahan Gempa: Bangunan di daerah yang dilalui jalur sesar diharapkan mengikuti kaidah struktur tahan gempa.
- Jalur Evakuasi: Memastikan setiap lingkungan memiliki rencana dan jalur evakuasi yang jelas.
- Verifikasi Informasi: Masyarakat diminta untuk hanya mengikuti arahan dari BPBD atau instansi resmi dan tidak mudah terpancing isu hoax terkait gempa bumi atau tsunami.
“Sesar Cisadane memang ada, searah dengan Sungai Cisadane. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada,” pungkas Lana Saria.***
Editor : Bar Bernad


























