Mengenal Sesar Cisadane: Patahan ‘Pembelah Gunung’ di Jabodetabek yang Patut Diwaspadai

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

JAKARTA, Mevin.ID — Warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) kini perlu memberikan perhatian lebih pada kondisi geologi di bawah kaki mereka.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja mengungkap keberadaan Sesar Cisadane, sebuah patahan tektonik yang memiliki sejarah panjang hingga “membelah gunung” di masa lalu.

Sesar ini melengkapi daftar ancaman seismik di wilayah metropolitan selain Sesar Baribis dan Sesar Citarik yang sudah lebih dulu dikenal.

 

View this post on Instagram

 

Jejak Tektonik di Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang

Penemuan ini merupakan hasil ekspedisi lapangan yang melibatkan Badan Geologi, Badan Informasi Geospasial (BIG), BPBD Kabupaten Bogor, dan PT Oseanland.

Fokus penelitian berada di Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang yang terletak di Rumpin, Kabupaten Bogor—hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari Jakarta.

Berdasarkan analisis teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) serta data seismik, para peneliti menemukan fakta unik:

  • Gunung yang Terpisah: Dahulu, Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang diperkirakan saling terhubung. Namun, aktivitas tektonik dari Sesar Cisadane memisahkan keduanya, yang kini dibatasi oleh aliran Sungai Cisadane.
  • Mantan Dasar Laut: Batuan pasir gampingan dan fosil moluska di lokasi tersebut menunjukkan bahwa wilayah ini dulunya adalah dasar laut dangkal yang terangkat ke permukaan akibat aktivitas sesar jutaan tahun lalu.

Potensi Aktif dan Jejak Rekahan

Salah satu bukti fisik keberadaan sesar ini adalah adanya rekahan memanjang di puncak Gunung Panjang yang searah dengan pola Sesar Cisadane (Barat Laut–Tenggara).

Menariknya, di celah rekahan tersebut muncul mata air panas yang kini menjadi pemandian masyarakat.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa meskipun Sesar Cisadane adalah sesar tua (terbentuk sekitar 5 juta tahun lalu), ada indikasi sesar ini memotong batuan Kuarter atau batuan berumur muda (sekitar 2 juta tahun lalu).

“Sesar ini diperkirakan memanjang dari Bogor hingga pesisir Tangerang, dan diperkirakan berpotensi aktif,” tulis Badan Geologi dalam unggahan resminya.

Warga Diminta Waspada, Bukan Panik

Meski statusnya berpotensi aktif, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak panik secara berlebihan. Fokus utama saat ini adalah meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan.

Langkah Mitigasi yang Disarankan:

  • Konstruksi Tahan Gempa: Bangunan di daerah yang dilalui jalur sesar diharapkan mengikuti kaidah struktur tahan gempa.
  • Jalur Evakuasi: Memastikan setiap lingkungan memiliki rencana dan jalur evakuasi yang jelas.
  • Verifikasi Informasi: Masyarakat diminta untuk hanya mengikuti arahan dari BPBD atau instansi resmi dan tidak mudah terpancing isu hoax terkait gempa bumi atau tsunami.

“Sesar Cisadane memang ada, searah dengan Sungai Cisadane. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada,” pungkas Lana Saria.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Ungkap Bupati Rejang Lebong Terima Suap Rp980 Juta Selama Ramadhan untuk ‘Ijon’ Proyek
Resmi, KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Tersangka Suap Proyek, Ini Daftar 5 Orang yang Ditahan
Jaksa Penuntut Mati ABK di Kasus Sabu 2 ton, Minta Maaf ke DPR: Ketimpangan Tuntutan Dipertanyakan 
Pukul Kepala Anak Kandung sampai Bocor, MA dan KY Pecat Hakim AJK
Tensi Tinggi Moskow-Tel Aviv: Militer Israel Hantam Aset Kebudayaan Rusia di Lebanon Selatan
Mudik Lebaran 2026: Catat Jadwal Pembatasan Angkutan Barang Mulai 13 hingga 29 Maret
Kejati Jabar Periksa 5 Pegawai Baznas Terkait Dugaan Korupsi Rp13 Miliar, Whistleblower Minta KDM Turun Tangan
Sebut Tragedi Bantargebang Kegagalan Sistemik, Menteri LH Hanif Faisol Siapkan Langkah Hukum Tegas

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:56 WIB

KPK Ungkap Bupati Rejang Lebong Terima Suap Rp980 Juta Selama Ramadhan untuk ‘Ijon’ Proyek

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:33 WIB

Resmi, KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Tersangka Suap Proyek, Ini Daftar 5 Orang yang Ditahan

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:48 WIB

Pukul Kepala Anak Kandung sampai Bocor, MA dan KY Pecat Hakim AJK

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:14 WIB

Tensi Tinggi Moskow-Tel Aviv: Militer Israel Hantam Aset Kebudayaan Rusia di Lebanon Selatan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:15 WIB

Mudik Lebaran 2026: Catat Jadwal Pembatasan Angkutan Barang Mulai 13 hingga 29 Maret

Berita Terbaru