Mengiris Hati: Ayah Bocah di Sukabumi Ungkap Kesaksian Pilu Sebelum NS Tewas, Diduga Dianiaya Ibu Tiri

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anwar Satibi (38), ayah NS (12). Meninggalnya bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih dalam penyelidikan. Dugaan penganiayaan terhadap NS menjurus pada sang ibu tiri.

i

Anwar Satibi (38), ayah NS (12). Meninggalnya bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih dalam penyelidikan. Dugaan penganiayaan terhadap NS menjurus pada sang ibu tiri.

SUKABUMI, Mevin.ID – Tabir gelap menyelimuti kematian NS (12), bocah asal Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi.

Anwar Satibi (38), ayah kandung korban, akhirnya buka suara mengenai kronologi memilukan sebelum sang buah hati mengembuskan napas terakhir, yang diduga akibat kekerasan oleh ibu tirinya.

Kabar “Sakit” di Malam Tarawih Pertama

Tragedi ini bermula saat Anwar, yang sedang bekerja di Kota Sukabumi, menerima telepon dari istrinya (ibu tiri korban) pada malam tarawih pertama Ramadan. Anwar diminta segera pulang karena kondisi NS dilaporkan memburuk.

“Istri telepon bilang NS sakit, mengelantur, dan badannya panas (demam). Saya langsung pulang,” ujar Anwar saat ditemui di RS Bhayangkara Kota Sukabumi, Jumat (20/2/2026).

Namun, alangkah terkejutnya Anwar saat sampai di rumah. Ia mendapati kondisi fisik anaknya tidak seperti orang sakit biasa. Kulit di sekujur tubuh NS tampak melepuh.

Dalih “Panas Dalam” yang Janggal

Saat dikonfirmasi, ibu tiri korban berdalih bahwa luka melepuh tersebut adalah efek samping dari demam tinggi yang dialami NS.

“Saya tanya, ‘Mah, kenapa kulitnya begini?’ Dia jawab, karena sakit panas jadi melepuh. Saat itu saya pikir ya sudah, nanti beli salep atau dibawa ke rumah sakit,” tutur Anwar dengan nada menyesal.

Pengakuan Terakhir Sebelum Ajal

Kecurigaan Anwar baru benar-benar memuncak pada Kamis (19/2/2026) pagi saat NS dilarikan ke rumah sakit. Di sisa kekuatannya, bocah malang itu membisikkan pengakuan yang mengejutkan kepada ayahnya.

NS mengaku bahwa luka melepuh tersebut bukan karena sakit, melainkan akibat disiram air panas oleh ibu tirinya.

“NS ngaku dikasih minum air panas. Luka melepuhnya ada di kaki, punggung, tangan, banyak sekali,” jelas Anwar. Sayangnya, tak lama setelah memberikan pengakuan tersebut, NS dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sore.

Hasil Otopsi: Luka Bakar di Sekujur Tubuh

Tak ingin kematian anaknya menjadi misteri, Anwar menempuh jalur hukum dengan meminta otopsi. Hasil sementara dari tim forensik RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri mengungkap adanya temuan mengerikan:

  1. Luka Bakar: Ditemukan di sekujur tubuh, mulai dari lengan, kaki, paha, hingga tangan.
  2. Area Wajah: Terdapat luka serupa di bagian bibir dan hidung.
  3. Uji Laboratorium: Sampel jantung dan paru-paru korban telah dikirim ke Jakarta untuk memastikan apakah ada zat berbahaya atau penyebab kematian lain secara medis.

Status Hukum

Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa 16 saksi dan ibu tiri korban berstatus sebagai terlapor.

Polisi masih menunggu hasil uji patologi dan toksikologi untuk membuktikan secara ilmiah penyebab pasti kematian NS sebelum menetapkan tersangka.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik, terutama warga Sukabumi yang mengecam keras dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang
Waspada Penyakit Campak saat Mudik: Mudah Menular, Kasus di Jabar Melonjak
Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu
Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!
Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar
Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:44 WIB

Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:00 WIB

Waspada Penyakit Campak saat Mudik: Mudah Menular, Kasus di Jabar Melonjak

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:46 WIB

Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:25 WIB

Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:53 WIB

Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar

Berita Terbaru