Menkop Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat Untuk Berkoperasi, Target 100 Hari Kerja

- Redaksi

Kamis, 30 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkop Budi Are Setiadi Bersama Wamenkop Ferry Juliantono di Acara Konferens Pers di kantor Kementerian Koperasi RI, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2025).

Menkop Budi Are Setiadi Bersama Wamenkop Ferry Juliantono di Acara Konferens Pers di kantor Kementerian Koperasi RI, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2025).

Jakarta Mevin.ID – Menteri Koperasi  Budi Arie Setiadi menyatakan selama 100 hari kerja dalam Kabinet Merah Putih dirinya berfokus untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga mau berkoperasi.

Hal itu karena dirinya menilai koperasi merupakan instrumen konstitusional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pokoknya kepercayaan masyarakat terhadap koperasi harus kita tingkatkan karena koperasi adalah instrumen konstitusional untuk masyarakat berusaha dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Budi Arie ditemui di Jakarta, Kamis.

Dikatakannya, selama 100 hari kerja dalam pemerintahan Presiden Prabowo, beberapa program penguatan koperasi sudah dijalankan pihaknya.

Program tersebut antara lain melakukan rebranding koperasi, membantu program makan bergizi gratis (MBG), revitalisasi koperasi, meluncurkan logo baru, serta penataan kelembagaan.

“Termasuk respon Kemenkop terhadap keluhan yang datang dari masyarakat sebagai bentuk bahwa negara hadir,” kata Menkop.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih selama 100 hari kerja mencapai 79,3 persen.

“Jadi, ini modal politik yang besar sekali buat Presiden Prabowo Subianto,” kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei yang dilakukan secara daring dan disaksikan dari Jakarta, Senin (27/1)

Selain itu, Burhanuddin menjelaskan bahwa saat ini belum ada indikasi masa bulan madu politik antara Presiden Prabowo dengan rakyat Indonesia akan berakhir.

Terlebih, ketika ada isu yang berpotensi menurunkan kepuasan publik, tetapi Presiden Prabowo dan jajaran dapat menyikapi dengan baik.

“Kemarin sempat muncul isu kenaikan PPN (pajak pertambahan nilai) secara umum, tetapi kemudian Presiden dan Kementerian Keuangan sepertinya berubah. Hanya menaikkan PPN 12 persen untuk barang mewah, dan itu yang membuat kepuasan terhadap Presiden Prabowo relatif masih tinggi,” jelasnya. (*)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar
Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur
IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah
Geger Sektor Keuangan! 3 Petinggi OJK Mundur Beruntun Usai Dirut BEI Letakkan Jabatan
Pertamina Patra Niaga Usul Beli LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung Per KK Mulai April 2026
Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Resmi Dibuka: Ini Jadwal dan Cara Pemesanannya 
Gebrakan “Bersih-Bersih” BUMD: Gubernur Jabar Pangkas Puluhan Perusahaan Jadi Satu Super Holding

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:06 WIB

Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:19 WIB

IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:29 WIB

Geger Sektor Keuangan! 3 Petinggi OJK Mundur Beruntun Usai Dirut BEI Letakkan Jabatan

Berita Terbaru