Menkop Ungkap Kopdes Merah Putih Jadi Layanan OSS, Cakup Klinik, Apotek, hingga Gudang

- Redaksi

Jumat, 7 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi (tengah) menjawab pertanyaan wartawan soal koperasi desa dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/3/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi (tengah) menjawab pertanyaan wartawan soal koperasi desa dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/3/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati.

Jakarta, Mevin.ID – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan menjadi layanan terpadu satu pintu (OSS) yang tidak hanya berfokus pada koperasi, tetapi juga mencakup berbagai fasilitas seperti gudang, cold storage, unit simpan pinjam, apotek, dan klinik.

Hal ini disampaikan Budi Arie usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/3/2025).

“Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan memiliki enam outlet: gudang, cold storage, kantor koperasi, apotek desa, klinik desa, dan unit simpan pinjam desa. Skema pembangunannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa,” jelas Budi Arie.

Desain Kopdes Sesuai Keunggulan dan Kebutuhan Desa 

Menurut Budi Arie, desain pembangunan Kopdes Merah Putih akan menyesuaikan dengan karakteristik desa. Saat ini, 85% desa di Indonesia merupakan desa pertanian, sedangkan 15% lainnya adalah desa agro-maritim. Selain itu, ada juga desa yang sudah memiliki ciri perkotaan, meski statusnya masih desa.

“Desa-desa ini memiliki keunggulan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Misalnya, desa pertanian membutuhkan gudang dan cold storage untuk menyimpan hasil panen, sementara desa yang lebih urban mungkin membutuhkan klinik dan apotek,” ujarnya.

Budi Arie memperkirakan biaya pembangunan satu kawasan Kopdes Merah Putih mencapai Rp5 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan gudang, cold storage, gerai, serta pengadaan dua truk dan bengkel.

“Truk ini akan digunakan untuk mengangkut hasil desa dan membawa barang-barang kebutuhan warga. Setiap koperasi akan memiliki dua truk,” jelasnya.

Koordinasi Antar-Kementerian

Pemerintah masih menggodok rencana pembentukan Kopdes Merah Putih, termasuk skema pembiayaan dan prinsip-prinsip operasionalnya. Beberapa kementerian yang terlibat dalam program ini antara lain Kementerian Koperasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Desa.

“Skema pembiayaan dan detail operasional masih dalam pembahasan. Kami akan merumuskan dan mendiskusikan hal ini lebih lanjut,” kata Budi Arie.

Presiden Prabowo Dorong Pembentukan Kopdes 

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri, termasuk Menkop Budi Arie dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, untuk membahas tindak lanjut rencana pembentukan Kopdes Merah Putih. Program ini diharapkan dapat melindungi warga dari praktik rentenir dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Selain itu, Presiden juga menggelar pertemuan terpisah dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Danantara Rosan P. Roeslani serta Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas perkembangan Danantara.

Tujuan Kopdes Merah Putih

Kopdes Merah Putih dirancang untuk menjadi pusat layanan terpadu yang memudahkan akses warga desa terhadap fasilitas kesehatan, penyimpanan hasil pertanian, dan layanan keuangan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan Kopdes Merah Putih sebagai solusi bagi kebutuhan warga desa, sekaligus melindungi mereka dari praktik-praktik yang merugikan,” pungkas Budi Arie.*”*

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar
Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur
IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah
Geger Sektor Keuangan! 3 Petinggi OJK Mundur Beruntun Usai Dirut BEI Letakkan Jabatan
Pertamina Patra Niaga Usul Beli LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung Per KK Mulai April 2026
Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Resmi Dibuka: Ini Jadwal dan Cara Pemesanannya 
Gebrakan “Bersih-Bersih” BUMD: Gubernur Jabar Pangkas Puluhan Perusahaan Jadi Satu Super Holding

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:06 WIB

Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:19 WIB

IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:29 WIB

Geger Sektor Keuangan! 3 Petinggi OJK Mundur Beruntun Usai Dirut BEI Letakkan Jabatan

Berita Terbaru