Jakarta, Mevin.ID – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan menjadi layanan terpadu satu pintu (OSS) yang tidak hanya berfokus pada koperasi, tetapi juga mencakup berbagai fasilitas seperti gudang, cold storage, unit simpan pinjam, apotek, dan klinik.
Hal ini disampaikan Budi Arie usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/3/2025).
“Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan memiliki enam outlet: gudang, cold storage, kantor koperasi, apotek desa, klinik desa, dan unit simpan pinjam desa. Skema pembangunannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa,” jelas Budi Arie.
Desain Kopdes Sesuai Keunggulan dan Kebutuhan Desa
Menurut Budi Arie, desain pembangunan Kopdes Merah Putih akan menyesuaikan dengan karakteristik desa. Saat ini, 85% desa di Indonesia merupakan desa pertanian, sedangkan 15% lainnya adalah desa agro-maritim. Selain itu, ada juga desa yang sudah memiliki ciri perkotaan, meski statusnya masih desa.
“Desa-desa ini memiliki keunggulan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Misalnya, desa pertanian membutuhkan gudang dan cold storage untuk menyimpan hasil panen, sementara desa yang lebih urban mungkin membutuhkan klinik dan apotek,” ujarnya.
Budi Arie memperkirakan biaya pembangunan satu kawasan Kopdes Merah Putih mencapai Rp5 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan gudang, cold storage, gerai, serta pengadaan dua truk dan bengkel.
“Truk ini akan digunakan untuk mengangkut hasil desa dan membawa barang-barang kebutuhan warga. Setiap koperasi akan memiliki dua truk,” jelasnya.
Koordinasi Antar-Kementerian
Pemerintah masih menggodok rencana pembentukan Kopdes Merah Putih, termasuk skema pembiayaan dan prinsip-prinsip operasionalnya. Beberapa kementerian yang terlibat dalam program ini antara lain Kementerian Koperasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Desa.
“Skema pembiayaan dan detail operasional masih dalam pembahasan. Kami akan merumuskan dan mendiskusikan hal ini lebih lanjut,” kata Budi Arie.
Presiden Prabowo Dorong Pembentukan Kopdes
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri, termasuk Menkop Budi Arie dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, untuk membahas tindak lanjut rencana pembentukan Kopdes Merah Putih. Program ini diharapkan dapat melindungi warga dari praktik rentenir dan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Selain itu, Presiden juga menggelar pertemuan terpisah dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Danantara Rosan P. Roeslani serta Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas perkembangan Danantara.
Tujuan Kopdes Merah Putih
Kopdes Merah Putih dirancang untuk menjadi pusat layanan terpadu yang memudahkan akses warga desa terhadap fasilitas kesehatan, penyimpanan hasil pertanian, dan layanan keuangan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami berkomitmen untuk mewujudkan Kopdes Merah Putih sebagai solusi bagi kebutuhan warga desa, sekaligus melindungi mereka dari praktik-praktik yang merugikan,” pungkas Budi Arie.*”*


























