Menteri LH Temukan 200 Hektar Kebun Sawit yang Diduga Perparah Banjir Garoga

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq (ketiga kanan) saat memberikan keterangan pers terkait penyegelan perusahaan pencemar lingkungan di Kabupaten Tangerang, Banten. (Azmi Samsul Maarif)

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq (ketiga kanan) saat memberikan keterangan pers terkait penyegelan perusahaan pencemar lingkungan di Kabupaten Tangerang, Banten. (Azmi Samsul Maarif)

Medan, Mevin.ID –  Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menemukan ratusan hektar perkebunan sawit di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Temuan itu disampaikan Hanif usai melakukan penyusuran udara dan darat pada Sabtu (6/12/2025), sehari setelah banjir bandang menghancurkan Desa Garoga.

“Saya sudah sampai ke puncak. Memang ada satu entitas perkebunan sawit, bukaannya mungkin sekitar 200 hektar. Ini yang akan kita dalami,” ujar Hanif setibanya di Bandara Kualanamu, Deli Serdang.

Menurut Hanif, identitas perusahaan yang membuka lahan tersebut belum terverifikasi. Namun, keberadaan kebun sawit di titik hulu dipastikan memberi kontribusi besar terhadap aliran permukaan yang ekstrem selama banjir.

Lanskap Labil, Curah Hujan Ekstrem, dan Reruntuhan Kayu

Hanif menjelaskan, kondisi tanah di kawasan hulu DAS sangat labil. Dinding tebing menunjukkan banyak sayatan layaknya bekas longsoran.

Pada 24–25 November, curah hujan di Garoga tercatat mendekati 450 milimeter, sebuah intensitas yang membuat tanah miring tidak mampu menahan volume air.

“Air turun bersama tebing yang luruh dan dibendung oleh pohon-pohon besar yang tumbang. Tekanannya sangat besar hingga melenyapkan Desa Garoga,” jelasnya.

Hanif menambahkan, banyaknya potongan kayu gelondongan di lokasi ikut memperparah daya rusak banjir. Sebagian kayu terlihat memiliki bekas potongan mesin. “Stoking itu ada, tetapi jumlah terbesar justru reruntuhan kayu dari atas,” ujarnya.

Empat Perusahaan Dihentikan Operasionalnya

Pemerintah telah menghentikan sementara operasional empat perusahaan di kawasan Tapanuli Selatan sejak 5–6 Desember 2025. Tiga di antaranya adalah:

  • Agincourt Resources
  • PTPN III
  • North Sumatera Hydro Energy (NSHE), pengembang PLTA Batang Toru

Satu perusahaan lain juga disetop operasionalnya, namun identitasnya belum diumumkan.

Keputusan penghentian sementara ini diambil setelah pemerintah menerima laporan kerusakan ekologis, longsoran, serta temuan tumpukan kayu yang diduga berasal dari aktivitas pembukaan kawasan hutan.

Investigasi Menyeluruh Segera Dilakukan

Hanif menegaskan, pemerintah akan menurunkan ahli geologi dan hidrologi untuk mengevaluasi struktur tanah, tutupan hutan, dan pola aliran air di sepanjang DAS Garoga.

“Analisa awal ini perlu diverifikasi oleh para ahli. Kita ingin memastikan apa yang benar-benar terjadi di hulu,” kata Hanif.

Bencana di Garoga telah memusnahkan pemukiman, menyapu rumah-rumah warga, dan menimbulkan ratusan korban jiwa di wilayah Tapanuli Selatan. Pemerintah daerah dan tim SAR masih terus melakukan pencarian dan pendataan.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menu MBG di Bulan Puasa: Ada Kurma, Susu, hingga Telur Puyuh
Black Box Ditemukan, KNKT Mulai Investigasi Kecelakaan ATR 42-500
Seni Cadas Tertua di Dunia Ditemukan di Gua Muna Sulawesi, Usianya 67.800 Tahun
Profil Kezia Syifa: Rela Status WNI Dicoret, Mantap Menjadi Tentara AS
Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan
Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:00 WIB

Black Box Ditemukan, KNKT Mulai Investigasi Kecelakaan ATR 42-500

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:15 WIB

Seni Cadas Tertua di Dunia Ditemukan di Gua Muna Sulawesi, Usianya 67.800 Tahun

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:00 WIB

Profil Kezia Syifa: Rela Status WNI Dicoret, Mantap Menjadi Tentara AS

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:55 WIB

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Berita Terbaru