Menteri P2MI Dorong Perda Khusus untuk Optimalkan Pekerja Migran

- Redaksi

Selasa, 15 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kunjungan kerjanya di Semarang, Selasa (15/4/2025). ANTARA/HO-Pemprov Jateng.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kunjungan kerjanya di Semarang, Selasa (15/4/2025). ANTARA/HO-Pemprov Jateng.

Semarang, Mevin.ID — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mendorong pemerintah daerah segera menerbitkan peraturan daerah (perda) untuk mengoptimalkan penyiapan dan pelatihan pekerja migran Indonesia (PMI) dengan keterampilan menengah ke atas.

Dalam kunjungan kerja di Semarang, Selasa (15/4), Karding bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan sembilan bupati dari wilayah kantong PMI.

“Perlu ada perda atau regulasi yang secara khusus mengatur suburusan pekerja migran di tingkat kabupaten/kota, agar sektor ini betul-betul menjadi solusi pengurangan pengangguran,” ujarnya.

Menurut Karding, ekosistem pelatihan yang baik akan memberikan dampak jangka panjang melalui transfer keterampilan dan pengetahuan dari PMI yang pulang ke Indonesia.

“Yang mahal itu justru transfer skill, bukan semata-mata penghasilan,” tambahnya.

Jateng Petakan Kantong PMI

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengakui terdapat sembilan kabupaten di provinsinya yang menjadi kantong utama PMI. Namun, tiap daerah memiliki karakteristik lokal dan alasan berbeda dalam pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

“Ada yang karena faktor ekonomi, ada juga yang sudah menjadi tradisi,” katanya.

Luthfi juga menyebut negara tujuan PMI berbeda-beda di tiap daerah, seperti Cilacap yang banyak mengirim ke Hongkong, Kendal ke Jerman dan Jepang, serta sebagian ke Korea Selatan.

Ia menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, agar masyarakat yang berangkat menjadi PMI benar-benar mendapat manfaat, tanpa mengalami penipuan atau kesulitan berlebihan.

“Harus kita pastikan mereka menjadi pahlawan devisa, bukan korban sistem,” ujar Luthfi.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Hadirkan Spot Air Minum Prabayar untuk Kurangi Sampah Plastik
Fenomena Air Sungai “Menghilang” di Sumbar, Ini Penjelasan Geologi di Baliknya
Fraksi PDIP Walk Out di Paripurna DPRD Majalengka, Ini Tanggapan Bupati
Sidang Paripurna DPRD Majalengka Diwarnai Walk Out Seluruh Anggota Fraksi PDI-P
Penertiban Bangunan Liar di Bantaran Kalimalang Sempat Diwarnai Bentrokan
Pemkot Bekasi dan Kejari Bekasi Berikan Pembekalan kepada 56 Operator Kelurahan Program Jaga Desa
Pemilihan BEM UBSI Bogor dan Taruhan Arah Gerakan Mahasiswa
Lansia Dievakuasi Pakai Ekskavator, Fakta di Balik Viral Video Mengharukan

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 13:46 WIB

Pemkot Bekasi Hadirkan Spot Air Minum Prabayar untuk Kurangi Sampah Plastik

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:46 WIB

Fenomena Air Sungai “Menghilang” di Sumbar, Ini Penjelasan Geologi di Baliknya

Selasa, 16 Desember 2025 - 23:11 WIB

Fraksi PDIP Walk Out di Paripurna DPRD Majalengka, Ini Tanggapan Bupati

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:42 WIB

Sidang Paripurna DPRD Majalengka Diwarnai Walk Out Seluruh Anggota Fraksi PDI-P

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:13 WIB

Penertiban Bangunan Liar di Bantaran Kalimalang Sempat Diwarnai Bentrokan

Berita Terbaru