Menteri UMKM Bongkar Biang Kerok Banjir Impor China: Permainan Kargo dan Oknum Bea Cukai

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjawab pertanyaan awak media saat ditemui dalam acara

i

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjawab pertanyaan awak media saat ditemui dalam acara "Open House Idul Fitri 1446 Hijriah" di kediaman pribadinya di Tangerang Selatan, Banten, Rabu sore (2/4/2025). ANTARA/Uyu Septiyati Liman.

JAKARTA, Mevin.ID – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, blak-blakan menyebut bahwa banjir produk impor asal China yang merusak pasar domestik dipicu oleh praktik ilegal perusahaan kargo yang bekerja sama dengan oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Pernyataan ini muncul menyusul terbongkarnya kasus suap perusahaan kargo Blueray Cargo terhadap oknum Bea Cukai melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini.

Modus Under-Invoicing dan Data Bodong

Maman mengungkapkan adanya ketimpangan data yang sangat mencolok antara angka ekspor dari China ke Indonesia dengan data impor yang tercatat secara resmi di dalam negeri. Fenomena ini dikenal dengan istilah under-invoicing.

“Data impor di tempat kita masuk itu 100, tapi dari China yang tercatat barang ekspornya itu 900. Berarti ada 800 yang tidak tercatat. Itulah yang disebut Pak Presiden sebagai under-invoicing,” tegas Maman dalam diskusi di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Ketimpangan data ini terlihat jelas pada komoditas tekstil. Sebagai contoh:

  • Celana Dalam (2021): China mencatat ekspor senilai US$ 24,2 juta, namun Indonesia hanya mencatat impor US$ 6,8 juta.
  • Kaos (2024): China mencatat ekspor US$ 61,7 juta, sementara catatan impor Indonesia hanya US$ 20,4 juta.

UMKM Sulit ‘Naik Kelas’ karena Pasar Becek

Menurut Maman, praktik ilegal ini menjadi penghambat utama UMKM untuk berkembang meskipun pemerintah sudah memberikan bantuan perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun pendampingan teknis.

Ia menilai produk UMKM lokal sebenarnya mampu bersaing secara kualitas, namun kalah telak dari sisi harga karena pasar dipenuhi barang impor ilegal yang jauh lebih murah.

“Mereka tidak bisa jual barang hari ini. Produksi baju, saat mau dijual ke pasar tidak laku. Karena apa? Karena pasarnya ‘becek’, dipenuhi dengan barang-barang impor dari luar,” tuturnya.

Langkah Pembersihan Pasar

Menteri dari Partai Golkar ini menduga praktik suap perusahaan kargo ini tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan tersebar di berbagai pintu masuk seperti Tanjung Priok, Semarang, hingga Surabaya.

Kementerian UMKM kini memberikan perhatian khusus untuk membersihkan pasar domestik dari produk ilegal.

Maman menegaskan bahwa kunci utama agar UMKM bisa naik kelas adalah keberanian pemerintah dalam memberantas mafia impor dan mengamankan pasar dalam negeri.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus
Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik
Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG
bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H
Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis
Perangi Scam! OJK Blokir 436 Ribu Rekening Penipu, Rp566 Miliar Dana Korban Diselamatkan
Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah Percepat Impor Minyak dari AS; Projo Apresiasi Langkah Cepat
Kelas Menengah Indonesia Menyusut, Ekonomi RI Dibayangi ‘Tepi Ketidakpastian’

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:06 WIB

Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus

Senin, 9 Maret 2026 - 20:18 WIB

Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:40 WIB

bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:04 WIB

Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru