Menteri UMKM Usulkan konsep UMKM Holding atau Closed-Loop Inclusive Business System, Apa Itu ?

- Redaksi

Minggu, 2 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 APINDO/Foto: Kementerian UMKM

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 APINDO/Foto: Kementerian UMKM

Jakarta, Mevin.ID – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) berperan aktif menghubungkan dan memfasilitasi UMKM masuk ke dalam rantai pasok industri.

Hal tersebut disampaikan Maman saat memberikan sambutan dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 APINDO di Jakarta pada Jumat (31/1/2025).

“Saat ini, keterikatan UMKM dengan industri besar masih sebatas tanggung jawab sosial, bukan dalam bentuk kontrak bisnis yang saling menguntungkan” kata menteri UMKM

“Kami ingin mengubah pola ini. APINDO memiliki peran strategis untuk mengikat UMKM dalam engagement bisnis yang lebih konkret,” lanjut Maman melalui keterangan resminya Sabtu (1/2/2025).

Langkah ini dinilai penting guna mengatasi disconnectivity UMKM dengan rantai pasok industri yang selama ini menghambat daya saing produk-produk UMKM di pasar global.

Dalam pertemuan dengan APINDO, Maman menyoroti bagaimana negara-negara seperti China, Korea, Jepang, dan India berhasil membangun ekosistem UMKM yang kuat hingga mampu bersaing ditingkat internasional.

Salah satu kuncinya adalah keterhubungan erat antara UMKM dengan industri besar.

Sebagai solusi jangka panjang, Maman mengusulkan konsep UMKM Holding atau Closed-Loop Inclusive Business System, yang bertujuan mengonsolidasikan UMKM agar dapat berproduksi secara massal agar biaya lebih efisien.

Dengan skema ini, Maman mengatakan UMKM bisa meningkatkan kapasitas produksi dan bersaing dengan produk impor, khususnya dari China yang terkenal dengan harga murah dan penetrasi pasar yang kuat.

“Kita harus bisa menciptakan sistem yang memungkinkan UMKM memproduksi barang secara massal dengan harga kompetitif. Dengan clustering UMKM di bawah UMKM Holding, biaya produksi bisa ditekan, volume produksi meningkat, dan daya saing pun naik,” ujarnya.

Maman mencontohkan keberhasilan industri otomotif dalam menghubungkan komponen-komponen suku cadang dari UMKM ke industri besar.

Hal serupa sudah dilakukan oleh industri oleh-oleh Krisna, yang membina UMKM dengan memberikan pendampingan mulai dari pembiayaan, pelatihan, hingga quality control.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan APINDO dapat menjadi jembatan antara UMKM dan industri besar, menciptakan sinergi yang saling menguntungkan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Konsep ini harus direplikasi disektor lain. Jika kita mulai sekarang, meski berat, ini akan menjadi langkah maju bagi UMKM Indonesia agar bisa bersaing dengan produk global,” kata Maman. (*)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transformasi Besar BUMN 2026, Danantara Targetkan Pangkas 1.043 Perusahaan Menjadi 300 Tanpa PHK
Projo Desak Percepatan “Tech-Savvy Farming” Guna Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Solusi Praktis Tambal Jalan: Cold Patch JMTM-31 Bertransformasi Jadi Travoy Patch, Bisa Digunakan Saat Hujan!
Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar
Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur
IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah
Geger Sektor Keuangan! 3 Petinggi OJK Mundur Beruntun Usai Dirut BEI Letakkan Jabatan

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:12 WIB

Transformasi Besar BUMN 2026, Danantara Targetkan Pangkas 1.043 Perusahaan Menjadi 300 Tanpa PHK

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:59 WIB

Projo Desak Percepatan “Tech-Savvy Farming” Guna Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 18:08 WIB

Solusi Praktis Tambal Jalan: Cold Patch JMTM-31 Bertransformasi Jadi Travoy Patch, Bisa Digunakan Saat Hujan!

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:06 WIB

Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur

Berita Terbaru

Berita

Gegara Data Pelamar Bocor, Komdigi Nonaktifkan 3 Pejabat

Rabu, 11 Feb 2026 - 14:44 WIB