Menu Sahur & Buka Dikritik, Sultan HB X Desak Badan Gizi Cantumkan Harga di Paket MBG

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, Mevin.ID – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, merespons keras keluhan masyarakat terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama bulan Ramadan 2026.

Sultan meminta adanya transparansi harga pada setiap paket makanan yang diterima siswa.

Langkah ini diambil menyusul banyaknya sorotan terhadap “menu kering” yang dinilai kurang layak dan tidak sebanding dengan nilai keekonomiannya.

Sultan Minta Transparansi Harga

Sultan telah menginstruksikan Sekda DIY untuk memanggil penanggung jawab program MBG guna melakukan evaluasi total.

Menurut Sultan, pencantuman harga sangat penting untuk menghindari kecurigaan publik dan memastikan anggaran negara terserap dengan benar.

“Harapannya menunya diperbaiki, tapi juga ada harganya. Misalnya dikasih pisang, harga pisangnya berapa? Supaya clear, itu kesimpulannya,” tegas Sultan di Yogyakarta, Kamis (26/2/2026).

Badan Gizi Nasional (BGN) Akui Adanya Temuan Lapangan

Menanggapi teguran tersebut, Kepala Regional BGN DIY, Gagat Widyatmoko, mengakui adanya laporan mengenai menu yang tidak sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Ia menjelaskan bahwa skema “menu kering” memang diterapkan sebagai penyesuaian operasional selama Ramadan, namun bukan berarti kualitasnya boleh dikesampingkan.

“Kami memandang respons masyarakat sebagai hal yang wajar dan menjadi bahan evaluasi. Meski menu kering, tetap harus memenuhi standar gizi, aman, dan tidak boleh disusun asal-asalan,” ujar Gagat.

Poin-Poin Evaluasi BGN DIY:

  1. Tindakan Tegas: BGN telah memberikan sanksi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kedapatan tidak memenuhi ketentuan regulasi.
  2. Hindari UPF: SPPG diinstruksikan untuk mengutamakan bahan dari UMKM lokal dan menghindari makanan Ultra-Processed Food (makanan olahan pabrikan yang awet namun minim nutrisi).
  3. Pengawasan Berlapis: Penyiapan menu wajib diverifikasi oleh ahli gizi untuk memastikan kebutuhan protein dan energi anak tetap terpenuhi meski dalam format paket kering.

BGN DIY berjanji akan terus memperketat pengawasan di lapangan melalui Kapokcam dan Korwil agar kualitas layanan MBG semakin membaik dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat di sisa bulan Ramadan ini.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan
LPBI NU Jawa Barat Kutuk Keras Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: “Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”
Update OTT Cilacap: KPK Sita Sejumlah Uang Tunai
Badai OTT di Cilacap: KPK Amankan Bupati Syamsul Auliya dan 26 Orang Lainnya

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:29 WIB

KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:07 WIB

Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:12 WIB

LPBI NU Jawa Barat Kutuk Keras Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: “Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”

Berita Terbaru