Kairo, Mevin.ID – Mesir menyatakan kesiapannya untuk segera membangun kembali Jalur Gaza yang hancur akibat serangan Israel. Menteri Irigasi Mesir, Hani Sewilam, menegaskan bahwa Mesir menolak keras pemindahan paksa warga Palestina dari tanah air mereka.
Mesir meyakini bahwa solusi perdamaian di Timur Tengah hanya dapat dicapai dengan berdirinya negara Palestina merdeka di wilayah Palestina, termasuk Gaza dan Tepi Barat. Mesir telah mengajukan proposal rekonstruksi Gaza tanpa memindahkan penduduknya.
Sewilam menyatakan Mesir memiliki puluhan ribu insinyur kompeten dan perusahaan konstruksi besar yang siap melaksanakan rencana rekonstruksi dengan efisiensi tinggi dan waktu yang singkat. Namun, detail proposal tersebut belum diumumkan.
Pernyataan ini muncul di tengah penolakan keras dari negara-negara Arab dan internasional terhadap gagasan pemindahan penduduk Gaza, yang dianggap sebagai bentuk pembersihan etnis.
Situasi di Gaza saat ini masih sangat memprihatinkan, dengan puluhan ribu warga Palestina tewas dan wilayah tersebut hancur akibat konflik.Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel atas dugaan kejahatan perang di Gaza, dan Israel menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ).***


























