Miris! Lansia Sekarat di Tebing Tinggi Diduga Ditolak RS Kumpulan Pane karena ‘Kamar Penuh’.

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak pasien sedih melihat orangtuanya tergeletak karena ditolak RS. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi.

Anak pasien sedih melihat orangtuanya tergeletak karena ditolak RS. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi.

TEBING TINGGI, Mevin.ID – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di dunia kesehatan Kota Tebing Tinggi. Suliyem (67), seorang lansia asal Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, diduga ditolak saat hendak mendapatkan perawatan medis di RS Kumpulan Pane dengan alasan ruangan penuh, Kamis (8/1/2026).

Padahal, menurut pihak keluarga, kondisi Suliyem saat itu sudah sangat kritis dan membutuhkan pertolongan darurat segera.

Ditolak Tanpa Pemeriksaan Awal

Anak pasien, Sunita (40), menceritakan kepedihannya saat membawa sang ibu ke rumah sakit milik pemerintah tersebut. Ia mengaku sudah berupaya keras sejak pukul 07.00 WIB pagi untuk mencari bantuan kendaraan.

“Orang tua saya sudah sekarat, bahkan sudah hampir meninggal. Tapi pihak rumah sakit hanya bilang ruangan penuh dan menyuruh kami mencari rumah sakit lain,” ujar Sunita dengan isak tangis di hadapan awak media.

Yang membuat hati keluarga teriris adalah pihak rumah sakit disebut langsung menyarankan untuk pergi tanpa melakukan pengecekan kondisi pasien terlebih dahulu. “Tidak ada upaya mengecek kondisi orang tua saya. Kami bahkan tidak disuruh masuk ke dalam,” tambahnya.

Jeritan Hati Keluarga Kurang Mampu

Di sela-sela perjuangannya menyelamatkan sang ibu, Sunita juga mengungkap kondisi ekonominya yang serba terbatas.

Di tengah musibah yang menimpa orang tuanya, ia mengaku sedang dalam kondisi kelaparan karena himpitan ekonomi.

“Kami orang susah, bang. Untuk makan saja kadang sulit. Saya sendiri sudah satu hari belum makan. Kami memang miskin, tapi kami juga manusia yang butuh pertolongan,” tuturnya lirih.

Akhirnya Dirawat di RS Chevani

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, keluarga kembali meminta bantuan seorang warga bernama Acai Sembada yang sebelumnya meminjamkan ambulans.

Berkat kesigapan warga tersebut, Suliyem akhirnya dilarikan ke RS Chevani Kota Tebing Tinggi.

Berbeda dengan perlakuan di rumah sakit sebelumnya, RS Chevani langsung menerima dan memberikan perawatan medis kepada Suliyem. Hingga saat ini, pasien sedang dalam penanganan tim medis.

Pihak RS Kumpulan Pane Bungkam

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RS Kumpulan Pane, dr. Lili, belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penolakan pasien kritis tersebut.

Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media belum mendapatkan respons.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi penyedia layanan kesehatan untuk tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dan protokol kegawatdaruratan, terutama bagi warga prasejahtera yang sangat bergantung pada rumah sakit pemerintah.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Digtara.com

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH
Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional
Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan
Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar
Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan
Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata
Netizen Murka! Satwa Dilindungi Jadi Konten Joget, Otoritas Kejar Pelaku Hingga Jambi.
Kabar Baik! Bupati Bogor Temui Pendemo di Cigudeg: Kompensasi Cair Minggu Depan, Jalan Khusus Tambang Dikebut

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:13 WIB

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:44 WIB

Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:54 WIB

Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:49 WIB

Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan

Senin, 12 Januari 2026 - 23:09 WIB

Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata

Berita Terbaru