WONOSOBO, Mevin.ID – Suasana Dusun Kebondalem, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, mendadak geger pada Kamis (26/2/2026) sore.
Bukan karena tindak kejahatan biasa, melainkan karena sebuah peristiwa yang melampaui nalar logis warga setempat.
Seorang pemuda bernama Tedy, warga Karangaren, Kabupaten Purbalingga, ditemukan warga dalam keadaan linglung di area ladang.
Yang membuat bulu kuduk berdiri, motor Scoopy putih-pink miliknya ditemukan keesokan harinya di tengah hutan lereng curam, tanpa ada jejak ban sedikitpun yang menuju ke sana.
Pamit Cari Takjil, Terdampar di Wonosobo
Kisah ini dimulai layaknya sore Ramadan biasa. Tedy berpamitan kepada keluarganya di Purbalingga sekira pukul 16.30 WIB dengan alasan ingin mencari takjil untuk berbuka puasa.
Namun, dalam rentang waktu yang sangat singkat—hanya sekitar satu hingga dua jam—Tedy sudah berada di Wonosobo. Padahal, secara normal, jarak tempuh Purbalingga menuju Wonosobo membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan darat.
Sesampainya di Wonosobo, Tedy yang dalam kondisi pakaian basah dan kotor tampak ketakutan. Ia sempat mendekati seorang ibu yang sedang berladang, membuat ibu tersebut panik karena mengira Tedy adalah begal. Warga kemudian mengamankan Tedy ke pos ronda.
“Dia menggigil, sepertinya habis kehujanan. Kelihatan bingung seperti ketakutan atau tertekan,” tutur Ahmad Ihsanudin, warga setempat yang ikut menolong.
“Motore Ilang”
Setelah diberi makan dan minum, Tedy mulai bisa diajak bicara, meski keterangannya membingungkan. Ia berulang kali meracau tentang motornya yang hilang dan meminta warga mencarinya.
Keluarga Tedy akhirnya tiba di Wonosobo sekira pukul 01.30 WIB dini hari. Saat bertemu orang tuanya, Tedy hanya tertunduk erat menggenggam kunci motor sambil berbisik lirih, “Motore ilang” (Motornya hilang).
Jejak yang Hilang dan Mitos Lampor
Keesokan harinya, warga melakukan pencarian berdasarkan petunjuk lokasi dari Tedy. Benar saja, motor Scoopy tersebut ditemukan di sebuah lereng curam di tengah hutan.
Keanehan kembali terjadi; tidak ditemukan bekas roda atau jejak kaki yang mengarah ke lokasi motor tersebut tergeletak. Kondisi geografis yang ekstrem membuat warga bertanya-tanya bagaimana kendaraan itu bisa berada di sana.
Peristiwa yang kebetulan terjadi pada malam Jumat Kliwon ini pun langsung dikaitkan oleh sebagian warga dengan mitos Lampor—fenomena keranda terbang atau rombongan makhluk halus dalam kepercayaan masyarakat Jawa yang diyakini menculik manusia.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada keterangan resmi secara logis yang mampu menjelaskan bagaimana Tedy berpindah tempat begitu cepat dan bagaimana motornya bisa berada di tengah hutan tanpa jejak. Misteri Kebondalem pun kini menjadi perbincangan hangat di jagat maya.***
Penulis : Bar Bernad


























