Monster Replika Rilis Single Terimakasih Polisi : Kritik Sosial atau Teman Polisi ?

- Redaksi

Senin, 3 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unit grunge asal Bandung, Monster Replika kembali mengejutkan para pendengarnya dengan merilis single terbaru berjudul

Unit grunge asal Bandung, Monster Replika kembali mengejutkan para pendengarnya dengan merilis single terbaru berjudul "Terimakasih Polisi", Kritik Sosial ataukah Teman Polisi ?

Bandung, Mevin.ID – Monster Replika, trio grunge legendaris asal Bandung, kembali mencuri perhatian dengan merilis single terbaru berjudul “Terimakasih Polisi”.

Lagu ini, yang sudah bisa disimak di kanal YouTube resmi mereka, tidak hanya menghadirkan energi rock alternatif yang khas, tetapi juga menyelipkan kritik sosial tajam melalui lirik puitis nan provokatif.

Sejak berdiri pada 2008, Monster Replika—yang terdiri dari Zubey (gitar/vokal), Klaudia (bass), dan Badout (drum)—telah dikenal dengan narasi gelap dan keberanian mereka menyentuh isu-isu kompleks. Kini, dengan “Terimakasih Polisi”, mereka semakin mengukuhkan diri sebagai pembuat karya orisinal yang tak takut menyuarakan kegelisahan sosial.


“Lagu ini adalah cermin dari kegelisahan kami terhadap fenomena sosial yang seringkali diabaikan. Kami tidak ingin menggurui, tapi mengajak pendengar untuk melihat realita dari sudut yang berbeda,” ujar Zubey, vokalis Monster Replika, dalam pernyataannya.

Judul lagu yang terkesan apresiatif ternyata menyimpan ironi halus. Zubey menjelaskan bahwa “Terimakasih Polisi” sengaja dihadirkan sebagai kritik terselubung terhadap ketimpangan sistemik. “Musik adalah alat untuk membongkar tabir, bukan sekadar hiburan. Kami ingin pendengar merenung, lalu bertanya,” tambahnya.

Klaudia, sang bassis, mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu ini melibatkan eksperimen instrumental yang lebih dinamis. “Kami memadukan distorsi gitar yang kasar dengan ritme bass yang mengalir, menciptakan kontras antara kekacauan dan keteraturan. Ini simbol dari realitas yang seringkali tak seimbang,” jelasnya.

Sementara itu, Badout, drummer dengan permainan intens, menyebut bahwa komposisi drum dalam lagu ini sengaja dibuat tidak linier. “Tempo yang berubah-ubah menggambarkan dinamika masalah sosial: kadang meledak, kadang mengendap, tapi selalu meninggalkan jejak,” ucapnya.

Sebagai band yang sempat terjebak dalam label “Band Tribute” akibat setlist yang didominasi cover lagu-lagu grunge era 90-an, Monster Replika kini bertekad menanggalkan image tersebut. Sejak 2015, mereka konsisten merilis karya orisinal dengan tema-tema yang mengangkat persoalan kemanusiaan, ketidakadilan, hingga absurditas kehidupan urban.

Namun dari postingan rilis di akun Instagram @monsterreplika ada beberapa netizen yang komentar menyangsingan bahwa lagu ini kritik sosial kepada polisi bahkan akun @indielocalmovement mengatakan bahwa lagu “Terimakasih Polisi” dari teman polisi.

Namun terlepas dari itu semua, “Terimakasih Polisi” menjadi bukti kematangan mereka dalam mengolah lirik yang multitafsir, tanpa kehilangan daya provokasi. Lagu ini diprediksi akan memicu diskusi hangat di kalangan penggemar musik Indonesia, terutama mereka yang mengapresiasi karya dengan muatan intelektual.

Melalui kanal YouTube Monster Replika, fans dapat menyimak visualizer lagu yang dirancang minimalis namun penuh simbolisme. Gambar hitam-putih yang menampilkan siluet penuh tanya seolah memperkuat narasi dualitas antara otoritas dan rakyat.

Di tengah banjirnya musik pop komersial, Monster Replika teguh berdiri di jalur independen. “Kami tidak mengejar tren, tapi ingin menciptakan warisan musik yang berarti,” kata Klaudia. Badout menambahkan, “Bagi kami, musik adalah medium perlawanan. Jika orang tergugah, bahkan sedikit saja, misi ini sudah tercapai.”

“Terimakasih Polisi” bukan sekadar lagu untuk didengar, tetapi direnungkan—sebuah tantangan bagi pendengar untuk melihat melampaui permukaan, persis seperti yang diharapkan oleh trio ini***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Memungut Serpihan Masa Lalu dalam “Broken Strings”. Belum Baca? Ini Linknya.
Menikah dengan Adat Jawa, Darma Mangkuluhur Undang Brian McKnight di Malam Resepsi
Menbud Fadli Zon Sesalkan Pembongkaran Rumah Adat Toraja: Akibat Sengketa Lahan Sejak 1986
Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Indro Warkop: Ini Kemunduran Cara Berpikir Bangsa
Slank Kembali “Menyentil”! Rilis Lagu Baru Berjudul ‘Republik Fufufafa’ di HUT ke-42
Komunitas Keyboardist Majalengka Gelar Anniversary ke-8, Antusiasme Anggota Diluar Prediksi
Heboh Isu Ayu Aulia Jadi Tim Kreatif Kemhan, Ini Fakta dan Profil Sang Selebgram
Membanggakan! “Stecu Stecu” Faris Adam Jadi Satu-satunya Wakil Asia Tenggara di TikTok Global Songs 2025

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:16 WIB

Memungut Serpihan Masa Lalu dalam “Broken Strings”. Belum Baca? Ini Linknya.

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:44 WIB

Menikah dengan Adat Jawa, Darma Mangkuluhur Undang Brian McKnight di Malam Resepsi

Minggu, 11 Januari 2026 - 19:24 WIB

Menbud Fadli Zon Sesalkan Pembongkaran Rumah Adat Toraja: Akibat Sengketa Lahan Sejak 1986

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:06 WIB

Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Indro Warkop: Ini Kemunduran Cara Berpikir Bangsa

Senin, 29 Desember 2025 - 21:14 WIB

Slank Kembali “Menyentil”! Rilis Lagu Baru Berjudul ‘Republik Fufufafa’ di HUT ke-42

Berita Terbaru