Bandung, Mevin.ID – Monster Replika, trio grunge legendaris asal Bandung, kembali mencuri perhatian dengan merilis single terbaru berjudul “Terimakasih Polisi”.
Lagu ini, yang sudah bisa disimak di kanal YouTube resmi mereka, tidak hanya menghadirkan energi rock alternatif yang khas, tetapi juga menyelipkan kritik sosial tajam melalui lirik puitis nan provokatif.
Lihat postingan ini di Instagram
“Lagu ini adalah cermin dari kegelisahan kami terhadap fenomena sosial yang seringkali diabaikan. Kami tidak ingin menggurui, tapi mengajak pendengar untuk melihat realita dari sudut yang berbeda,” ujar Zubey, vokalis Monster Replika, dalam pernyataannya.
Judul lagu yang terkesan apresiatif ternyata menyimpan ironi halus. Zubey menjelaskan bahwa “Terimakasih Polisi” sengaja dihadirkan sebagai kritik terselubung terhadap ketimpangan sistemik. “Musik adalah alat untuk membongkar tabir, bukan sekadar hiburan. Kami ingin pendengar merenung, lalu bertanya,” tambahnya.
Sementara itu, Badout, drummer dengan permainan intens, menyebut bahwa komposisi drum dalam lagu ini sengaja dibuat tidak linier. “Tempo yang berubah-ubah menggambarkan dinamika masalah sosial: kadang meledak, kadang mengendap, tapi selalu meninggalkan jejak,” ucapnya.
Sebagai band yang sempat terjebak dalam label “Band Tribute” akibat setlist yang didominasi cover lagu-lagu grunge era 90-an, Monster Replika kini bertekad menanggalkan image tersebut. Sejak 2015, mereka konsisten merilis karya orisinal dengan tema-tema yang mengangkat persoalan kemanusiaan, ketidakadilan, hingga absurditas kehidupan urban.
Namun dari postingan rilis di akun Instagram @monsterreplika ada beberapa netizen yang komentar menyangsingan bahwa lagu ini kritik sosial kepada polisi bahkan akun @indielocalmovement mengatakan bahwa lagu “Terimakasih Polisi” dari teman polisi.
Melalui kanal YouTube Monster Replika, fans dapat menyimak visualizer lagu yang dirancang minimalis namun penuh simbolisme. Gambar hitam-putih yang menampilkan siluet penuh tanya seolah memperkuat narasi dualitas antara otoritas dan rakyat.
Di tengah banjirnya musik pop komersial, Monster Replika teguh berdiri di jalur independen. “Kami tidak mengejar tren, tapi ingin menciptakan warisan musik yang berarti,” kata Klaudia. Badout menambahkan, “Bagi kami, musik adalah medium perlawanan. Jika orang tergugah, bahkan sedikit saja, misi ini sudah tercapai.”
“Terimakasih Polisi” bukan sekadar lagu untuk didengar, tetapi direnungkan—sebuah tantangan bagi pendengar untuk melihat melampaui permukaan, persis seperti yang diharapkan oleh trio ini***


























