Mulai 14 Juli, Jam Masuk SMA/SMK/SLB di Jabar Dimajukan ke 06.30 WIB, MPLS Libatkan TNI-Polri

- Redaksi

Minggu, 13 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsip - Sekda Jabar Herman Suryatman menghadiri Rapat Pleno Progres Pembentukan Sekolah Rakyat di kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta, Rabu (19/3/2025). (Foto: Biro Adpim Jabar)

i

Arsip - Sekda Jabar Herman Suryatman menghadiri Rapat Pleno Progres Pembentukan Sekolah Rakyat di kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta, Rabu (19/3/2025). (Foto: Biro Adpim Jabar)

Bandung, Mevin.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan kebijakan baru terkait jam masuk sekolah bagi siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan provinsi. Mulai Senin, 14 Juli 2025, seluruh sekolah jenjang tersebut akan mulai aktivitas belajar pada pukul 06.30 WIB.

Kebijakan ini merupakan bagian dari arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan berlaku serentak bertepatan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026, yang berlangsung pada 14–18 Juli 2025.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini akan melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter siswa melalui program Gapura Panca Waluya. Program ini menekankan nilai-nilai cageur, bageur, bener, pinter, singer (sehat, baik hati, saleh, cerdas, dan berinisiatif).

“Pak Gubernur sudah menetapkan jam masuk pukul 06.30. Kami pastikan pelaksanaannya di seluruh SMA, SMK, dan SLB di bawah kewenangan provinsi, dan akan kami komunikasikan juga ke kabupaten/kota untuk jenjang SD dan SMP,” ujar Herman dalam Rapat Koordinasi di Dinas Pendidikan Jabar, Kamis (10/7).

Dalam pelaksanaan MPLS, setiap sekolah minimal akan melibatkan dua hingga tiga personel TNI atau Polri yang akan memberikan motivasi, inspirasi, serta materi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada siswa.

Herman menambahkan, pelibatan TNI dan Polri diharapkan dapat membentuk kedisiplinan dan karakter kebangsaan siswa sejak dini.

“MPLS bukan hanya masa orientasi biasa, tapi momentum untuk membentuk semangat dan karakter generasi muda yang siap menyongsong masa depan dengan nilai-nilai Panca Waluya,” jelasnya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gugatan Roy Suryo Kandas di MK, DPP Projo: Itu Strategi Hindari Konsekuensi Hukum, Bukan Uji Konstitusi
1.512 Unit Satuan Gizi di Jawa Kena Suspend, Insentif Jutaan Rupiah Disetop!
Anggap Permohonan Kabur, MK Tolak Gugatan Roy Suryo Terkait Pasal Ijazah Jokowi
​”Freddy Alex Damanik: Penyerangan Aktivis KontraS Bukan Kriminal Biasa, Harus Prioritas!”
Jelang Sidang Putusan Kasus YouTuber Resbob, Akankah Masyarakat Sunda Memaafkan?
Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Instruksi Langsung Presiden Prabowo, Kapolri: Usut Tuntas Kasus Air Keras Aktivis KontraS Secara Scientific

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:43 WIB

Gugatan Roy Suryo Kandas di MK, DPP Projo: Itu Strategi Hindari Konsekuensi Hukum, Bukan Uji Konstitusi

Senin, 16 Maret 2026 - 11:17 WIB

Anggap Permohonan Kabur, MK Tolak Gugatan Roy Suryo Terkait Pasal Ijazah Jokowi

Senin, 16 Maret 2026 - 07:09 WIB

​”Freddy Alex Damanik: Penyerangan Aktivis KontraS Bukan Kriminal Biasa, Harus Prioritas!”

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:05 WIB

Jelang Sidang Putusan Kasus YouTuber Resbob, Akankah Masyarakat Sunda Memaafkan?

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Berita Terbaru