Jakarta, Mevin.ID – Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat menelan belasan korban jiwa dan memutus akses jalan serta komunikasi.
Pemerintah Aceh menetapkan status darurat bencana selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.
Namun di ruang digital, musibah ini berubah menjadi perbincangan panas yang menyeret nama Zulkifli Hasan, Menko Pangan sekaligus mantan Menteri Kehutanan.
Viral Kritik di Media Sosial: “Banjir Itu Bukan Kebetulan, Itu Dampak Kebijakan”
Salah satu kritik paling banyak dibagikan datang dari unggahan Instagram Balqis Humaira. Dalam tulisannya, ia menyebut langsung nama Zulhas dan menuduh bencana ini merupakan akibat dari berbagai kebijakan izin dan regulasi pembukaan kawasan hutan di masa lalu.
“Banjir yang merendam kampung lo, longsor yang ngubur rumah orang… itu dampak dari kebijakan pejabat atas nama izin dan surat keputusan,” tulis Balqis.
Unggahan tersebut menguatkan persepsi publik bahwa kerusakan hutan di Sumatera bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari keputusan politik bertahun-tahun.
View this post on Instagram
Tesso Nilo: Luka Lama yang Kembali Dibuka
Nama Zulhas memang bukan baru dalam perbincangan deforestasi. Saat menjabat Menteri Kehutanan 2009–2014, sejumlah kebijakan yang dikeluarkannya sempat menjadi sorotan aktivis lingkungan.
Salah satu yang paling sering dikutip adalah kasus Taman Nasional Tesso Nilo di Riau—kawasan konservasi yang kemudian berubah menjadi lahan sawit ilegal secara masif.
Dalam unggahan Balqis, kondisi Tesso Nilo kembali disebut: “Dulu hutannya sekitar 83 ribu hektare. Hari ini yang tersisa cuma bayangan masa lalu. Sawit ilegal masuk dari segala arah,” ujarnya.
Hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem, menurutnya, membuat bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor semakin sering terjadi.
Video Harrison Ford Tahun 2013 Ikut Muncul Kembali
Tidak berhenti pada postingan Balqis, warganet juga mengunggah ulang potongan dokumenter 2013 yang memperlihatkan aktor Hollywood Harrison Ford mewawancarai Zulkifli Hasan soal kerusakan hutan Indonesia.
Dalam video itu, Ford terlihat menegur keras pemerintah Indonesia karena gagal menekan laju deforestasi, terutama di Tesso Nilo. Potongan video tersebut kembali viral bersamaan dengan banjir yang melanda Sumatera.
Akun @voxnetizens bahkan menegaskan: “Ini bencana dari kebijakan manusia, bukan marahnya bumi. Yang bikin gemuk rekening perusahaan sawit itu manusia. Yang ngelegalin pembukaan kawasan itu manusia.”
View this post on Instagram
Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?
Meski penyebab banjir tentu melibatkan banyak faktor, perdebatan publik kini mengarah pada pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana kerusakan lingkungan akibat kebijakan masa lalu ikut memperparah bencana hari ini?
Di saat warga masih berjibaku dengan air yang belum surut, diskusi soal tanggung jawab dan jejak kebijakan kembali menyeruak—menunjukkan bahwa bencana alam di Indonesia hampir selalu bertaut dengan cerita lama tentang hutan, izin, dan kuasa.***


























