Musibah Tak Datang Sendiri, Jejak Deforestasi Zulhas Diungkit di Tengah Banjir

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mevin.ID – Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat menelan belasan korban jiwa dan memutus akses jalan serta komunikasi.

Pemerintah Aceh menetapkan status darurat bencana selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.

Namun di ruang digital, musibah ini berubah menjadi perbincangan panas yang menyeret nama Zulkifli Hasan, Menko Pangan sekaligus mantan Menteri Kehutanan.

Viral Kritik di Media Sosial: “Banjir Itu Bukan Kebetulan, Itu Dampak Kebijakan”

Salah satu kritik paling banyak dibagikan datang dari unggahan Instagram Balqis Humaira. Dalam tulisannya, ia menyebut langsung nama Zulhas dan menuduh bencana ini merupakan akibat dari berbagai kebijakan izin dan regulasi pembukaan kawasan hutan di masa lalu.

“Banjir yang merendam kampung lo, longsor yang ngubur rumah orang… itu dampak dari kebijakan pejabat atas nama izin dan surat keputusan,” tulis Balqis.

Unggahan tersebut menguatkan persepsi publik bahwa kerusakan hutan di Sumatera bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari keputusan politik bertahun-tahun.

 

View this post on Instagram

 

Tesso Nilo: Luka Lama yang Kembali Dibuka

Nama Zulhas memang bukan baru dalam perbincangan deforestasi. Saat menjabat Menteri Kehutanan 2009–2014, sejumlah kebijakan yang dikeluarkannya sempat menjadi sorotan aktivis lingkungan.

Salah satu yang paling sering dikutip adalah kasus Taman Nasional Tesso Nilo di Riau—kawasan konservasi yang kemudian berubah menjadi lahan sawit ilegal secara masif.

Dalam unggahan Balqis, kondisi Tesso Nilo kembali disebut: “Dulu hutannya sekitar 83 ribu hektare. Hari ini yang tersisa cuma bayangan masa lalu. Sawit ilegal masuk dari segala arah,” ujarnya.

Hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem, menurutnya, membuat bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor semakin sering terjadi.

Video Harrison Ford Tahun 2013 Ikut Muncul Kembali

Tidak berhenti pada postingan Balqis, warganet juga mengunggah ulang potongan dokumenter 2013 yang memperlihatkan aktor Hollywood Harrison Ford mewawancarai Zulkifli Hasan soal kerusakan hutan Indonesia.

Dalam video itu, Ford terlihat menegur keras pemerintah Indonesia karena gagal menekan laju deforestasi, terutama di Tesso Nilo. Potongan video tersebut kembali viral bersamaan dengan banjir yang melanda Sumatera.

Akun @voxnetizens bahkan menegaskan: “Ini bencana dari kebijakan manusia, bukan marahnya bumi. Yang bikin gemuk rekening perusahaan sawit itu manusia. Yang ngelegalin pembukaan kawasan itu manusia.”

 

View this post on Instagram

 

Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Meski penyebab banjir tentu melibatkan banyak faktor, perdebatan publik kini mengarah pada pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana kerusakan lingkungan akibat kebijakan masa lalu ikut memperparah bencana hari ini?

Di saat warga masih berjibaku dengan air yang belum surut, diskusi soal tanggung jawab dan jejak kebijakan kembali menyeruak—menunjukkan bahwa bencana alam di Indonesia hampir selalu bertaut dengan cerita lama tentang hutan, izin, dan kuasa.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandara Kertajati “Sakit-sakitan”, Angkasa Pura Buka Suara Usai Disentil Dedi Mulyadi
Ekonomi Iran Runtuh, Mata Uang Rial Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah
Komisi I DPR Desak Kemlu RI Gerak Cepat Tangani Bajak Laut Penculik ABK WNI Gabon
Kisah Heroik TNI Tumpas Bajak Laut Somalia Penyandera ABK WNI Kapal MV Sinar Kudus 
Bajak Laut Culik WNI ABK di Perairan Gabon, Kemlu RI Upayakan Penyelamatan 
KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak, Buntut Kasus Suap Pajak Tambang Rp4 Miliar
KPK Periksa Anggota DPRD yang Terseret Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara
Sistem Rujukan Berjenjang Dihapus, Pasien JKN Bisa Langsung ke RS Paling Kompeten

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:41 WIB

Bandara Kertajati “Sakit-sakitan”, Angkasa Pura Buka Suara Usai Disentil Dedi Mulyadi

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:34 WIB

Ekonomi Iran Runtuh, Mata Uang Rial Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:00 WIB

Komisi I DPR Desak Kemlu RI Gerak Cepat Tangani Bajak Laut Penculik ABK WNI Gabon

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:00 WIB

Kisah Heroik TNI Tumpas Bajak Laut Somalia Penyandera ABK WNI Kapal MV Sinar Kudus 

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:13 WIB

Bajak Laut Culik WNI ABK di Perairan Gabon, Kemlu RI Upayakan Penyelamatan 

Berita Terbaru