Nasib Indonesia di Dewan Perdamaian (BoP): Surya Paloh Sebut Prabowo Tetap Buka Peluang Evaluasi

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh

i

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh

JAKARTA, Mevin.ID  – Posisi Indonesia di Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) tengah menjadi sorotan tajam di tengah eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengungkapkan bahwa meski saat ini Indonesia masih bertahan, Presiden Prabowo Subianto tidak menutup kemungkinan untuk mengevaluasi kembali keanggotaan RI di lembaga tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Paloh usai menghadiri pertemuan tertutup selama empat jam di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3) malam, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh bangsa, mantan Presiden, mantan Menlu, hingga pimpinan parpol.

Komitmen Politik Bebas Aktif di Tengah Krisis

Dalam pertemuan yang berakhir menjelang tengah malam itu, Presiden Prabowo kembali menegaskan arah kompas diplomasi Indonesia. Menurut Paloh, Presiden tetap memegang teguh prinsip Politik Bebas Aktif namun dengan empati besar terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Sampai hari ini barangkali masih dalam posisi seperti itu (bertahan di BoP), kecuali ada perkembangan bersama beberapa negara lain nanti, mengevaluasi ulang kembali arti keberadaan Indonesia di BoP,” ujar Surya Paloh kepada awak media.

Desakan Mundur dari MUI

Isu keluarnya Indonesia dari BoP mencuat setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sikap resmi yang mengutuk serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran. MUI menilai keberadaan Indonesia di BoP sudah tidak efektif lagi.

  • Poin Utama Desakan MUI:

    • Mengecam tindakan AS dan Israel yang dianggap memicu perang.

    • Mendesak pemerintah mencabut keanggotaan karena BoP dinilai gagal mewujudkan perdamaian sejati, terutama di Palestina.

Pertemuan Strategis di Istana

Pertemuan di Istana semalam merupakan langkah konsolidasi nasional yang krusial. Prabowo mengundang nama-nama besar seperti Jokowi, SBY, hingga para mantan Menteri Luar Negeri untuk memetakan dampak perang Iran-AS-Israel terhadap kepentingan nasional.

“Beliau (Prabowo) menegaskan kembali bagaimana mempertahankan politik bebas dan aktif, serta rasa simpati dan empati yang besar terhadap perjuangan rakyat Palestina,” tambah Paloh.

Langkah diplomasi Indonesia kini berada di persimpangan jalan: tetap berada di dalam BoP untuk mencoba melakukan perubahan dari dalam, atau keluar sebagai bentuk protes keras terhadap aksi militer yang dilakukan oleh negara-negara anggota dewan tersebut.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babak Baru Kasus Ijazah: Rismon Sianipar Sambangi Kediaman Jokowi di Solo Usai Ajukan Restorative Justice
Praperadilan Ditolak, Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Pemeriksaan di KPK
Konflik Agraria Kampung Pilar Bekasi Dibawa ke Senayan, Warga Serahkan Berkas Sengketa ke DPR RI
Standar Kelayakan Bermasalah, BGN Hentikan Sementara Operasional 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Pulau Jawa
Siasat Teheran dan Penumpukan Cadangan Beijing: 11,7 Juta Barel Minyak Iran Menembus Blokade Selat Hormuz
Iran Tutup Total Selat Hormuz bagi Sekutu AS-Israel, Targetkan Serangan Langsung
Eks Menag Yaqut Dipanggil KPK sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji, Usai Praperadilannya Ditolak 
Dunia di Ambang Krisis: 85 Negara Naikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Israel vs Iran, Vietnam Terparah!

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:13 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah: Rismon Sianipar Sambangi Kediaman Jokowi di Solo Usai Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:08 WIB

Praperadilan Ditolak, Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Pemeriksaan di KPK

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:25 WIB

Konflik Agraria Kampung Pilar Bekasi Dibawa ke Senayan, Warga Serahkan Berkas Sengketa ke DPR RI

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:48 WIB

Siasat Teheran dan Penumpukan Cadangan Beijing: 11,7 Juta Barel Minyak Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:18 WIB

Iran Tutup Total Selat Hormuz bagi Sekutu AS-Israel, Targetkan Serangan Langsung

Berita Terbaru