BEKASI, Mevin.ID – Jeritan hati para buruh tani di wilayah Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, viral di media sosial setelah lahan persawahan yang mereka garap mulai diratakan oleh alat berat.
Dalam sebuah video pendek yang menyayat hati, para petani memohon perlindungan karena padi yang mereka tanam terancam hancur sebelum sempat dipanen.
Kondisi di lapangan menunjukkan alat berat sudah mulai beroperasi untuk meratakan tanah guna pembangunan proyek rumah susun (Rusun) di kawasan tersebut.
“Tulung-Tulung Kang Dedi!”
Dalam rekaman video yang beredar, terdengar suara gemetar seorang warga yang merekam suasana sawah saat ekskavator mulai merusak tanaman padi. Suara tersebut secara khusus memanggil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk segera turun tangan.
“Kang Dedi, Kang Dedi… ieu pare encan panen geus di-doser (diratakan). Tulung-tulung Kang Dedi!” teriak suara dalam video tersebut sambil menunjukkan hamparan padi hijau yang kini mulai tertimbun tanah.
Jeritan “tulung-tulung” (tolong-tolong) tersebut mencerminkan keputusasaan petani kecil yang hanya bisa menonton sumber penghidupan mereka dihancurkan oleh mesin-mesin besar.
Harapan Ditunda Hingga Panen
Meski menyadari bahwa tanah tersebut merupakan milik pengembang (Lippo), para petani melalui video itu meminta kebijakan dari Plt Bupati Bekasi dan para Anggota Dewan agar berkomunikasi dengan pihak pengembang.
Tuntutan mereka hanya satu: Tunda perataan tanah hingga masa panen tiba.
“Kami tidak meminta tanah ini, kami hanya ingin padi yang sudah kami tanam bisa dipanen dulu. Jangan sampai modal dan tenaga kami hilang begitu saja tertimbun tanah,” ungkap salah satu warga melalui pesan singkatnya.
Konflik Lahan dan Kemanusiaan
Kasus di Cikarang Selatan ini kembali menjadi sorotan publik mengenai batas antara hak milik lahan dan rasa kemanusiaan.
Banyak netizen yang menandai akun media sosial Kang Dedi Mulyadi agar segera merespons video tersebut, mengingat sosoknya yang dikenal sangat peduli terhadap nasib petani di Jawa Barat.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga di sekitar lokasi, berharap ada keajaiban agar alat berat berhenti beroperasi sampai padi mereka menguning.
Poin Utama Keresahan Petani:
- Lokasi: Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
- Kondisi Padi: Sedang tumbuh hijau (belum masa panen).
- Masalah: Alat berat mulai meratakan sawah untuk proyek Rumah Susun.
- Seruan: Memohon bantuan Kang Dedi Mulyadi dan Pemkab Bekasi untuk menunda penggusuran.***
Penulis : Bar Bernad


























