KUPANG, Mevin.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas petir di wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat sangat tinggi dalam sepekan terakhir antara 26 Desember 2025 – 1 Januari 2026. Selama sepekan telah terjadi 649 Sambaran petir di Kota Kupang.
Mengutip unggahan Instagram @stageofkupang pada Jumat (2/1/2026), Sambaran petir terbanyak terjadi pada 30 Desember 2025, yaitu sebanyak 560 kali.
“Sambaran petir terbanyak terjadi di Kecamatan Alak yakni 272 kali Sambaran,” demikian pengumuman yang disampaikan Stasiun Geofisika Kupang.
Kecamatan Alak selalu menjadi daerah tertinggi sasaran petir hampir pada setiap musim penghujan. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah bagian barat Kota Kupang menjadi daerah yang paling sering dilintasi awan konvektif pemicu petir.
Peningkatan aktivitas petir ini diperkirakan terkait dengan dinamika cuaca lokal yang mendukung pembentukan awan cumulonimbus, yang biasanya dipicu oleh pemanasan permukaan yang kuat serta tingkat kelembapan udara yang tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi petir, terutama ketika muncul awan gelap, angin kencang, atau hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Masyarakat juga disarankan untuk senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi guna meminimalkan risiko akibat sambaran petir.***
Penulis : Atep K
Editor : Atep K


























