Ngeri! 649 Sambaran Petir Terjadi dalam Sepekan di Kota Kupang

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, Mevin.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas petir di wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat sangat tinggi dalam sepekan terakhir antara 26 Desember 2025 – 1 Januari 2026. Selama sepekan telah terjadi 649 Sambaran petir di Kota Kupang.

Mengutip unggahan Instagram @stageofkupang pada Jumat (2/1/2026), Sambaran petir terbanyak terjadi pada 30 Desember 2025, yaitu sebanyak 560 kali.

“Sambaran petir terbanyak terjadi di Kecamatan Alak yakni 272 kali Sambaran,” demikian pengumuman yang disampaikan Stasiun Geofisika Kupang.

Kecamatan Alak selalu menjadi daerah tertinggi sasaran petir hampir pada setiap musim penghujan. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah bagian barat Kota Kupang menjadi daerah yang paling sering dilintasi awan konvektif pemicu petir.

Peningkatan aktivitas petir ini diperkirakan terkait dengan dinamika cuaca lokal yang mendukung pembentukan awan cumulonimbus, yang biasanya dipicu oleh pemanasan permukaan yang kuat serta tingkat kelembapan udara yang tinggi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi petir, terutama ketika muncul awan gelap, angin kencang, atau hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Masyarakat juga disarankan untuk senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi guna meminimalkan risiko akibat sambaran petir.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Atep K

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm
Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’
‘Tolong, Saya Ingin Pulang’: Jeritan Eka dari Oman, Korban Penganiayaan Majikan
Waspada! Bandung dan Jabar Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan
Cekungan Bandung Terancam “Hancur”, Pakar: Dari Hutan Alami Jadi Kebun Sayur, Kini Menanti Krisis Air
Polemik Sampah Bandung: DLH Uji Emisi 15 Insinerator di Tengah Larangan Menteri LH
Badai PHK Hantam Bandung Barat: Digitalisasi dan Efisiensi Teknologi Jadi Pemicu Utama
KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT, Jadi Operasi Ketiga di Awal 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:18 WIB

Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:30 WIB

Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:00 WIB

‘Tolong, Saya Ingin Pulang’: Jeritan Eka dari Oman, Korban Penganiayaan Majikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:45 WIB

Waspada! Bandung dan Jabar Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:38 WIB

Cekungan Bandung Terancam “Hancur”, Pakar: Dari Hutan Alami Jadi Kebun Sayur, Kini Menanti Krisis Air

Berita Terbaru

Ilustrasi bunuh diri. (Envato/LightFieldStudios)

Kolom

Skrining Dini Kesehatan Mental

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:29 WIB