“Nggak Jalan, Nggak Makan”: Jalan Kaki Puluhan Kilometer, Perjuangan Warga Aceh di Tengah Isolasi Pascabanjir

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah, Mevin.ID — Di balik perbukitan terjal Aceh, ribuan warga Bener Meriah dan Aceh Tengah sedang menjalani hari-hari yang menguras tenaga dan harapan.

Pascabanjir bandang dan longsor yang melanda akhir November hingga awal Desember 2025, akses utama terputus total. Jembatan ambruk, ruas jalan nasional lumpuh. Pilihan pun menyempit hingga satu: berjalan kaki.

Anak-anak, lansia, hingga para kepala keluarga menantang medan berlumpur dan jalur pegunungan selama berjam-jam, bahkan puluhan kilometer, demi mendapatkan sembako dan BBM.

Mereka menyeberang ke wilayah tetangga seperti Aceh Utara atau Bireuen karena stok pangan di kampung halaman telah habis.

@mevin.idPascabanjir bandang dan longsor yang melanda akhir November hingga awal Desember 2025, akses utama terputus total. Jembatan ambruk, ruas jalan nasional lumpuh. Pilihan pun menyempit hingga satu: berjalan kaki. Anak-anak, lansia, hingga para kepala keluarga menantang medan berlumpur dan jalur pegunungan selama berjam-jam, bahkan puluhan kilometer, demi mendapatkan sembako dan BBM.

♬ suara asli – Mevin.ID – Mevin.ID

Di punggung seorang warga, sebuah karung bertuliskan kalimat sederhana namun mengguncang nurani: “Nggak jalan nggak makan.” Kalimat itu menjelma simbol perlawanan sunyi terhadap isolasi wilayah dan krisis pangan yang nyata.

Data di lapangan mencatat, sedikitnya 177 ribu warga di Bener Meriah dan Aceh Tengah terisolasi akibat putusnya jalur Bener Meriah–Lhokseumawe (jalur KKA) selama lebih dari dua pekan.

Distribusi logistik terhenti, BBM langka, dan dapur-dapur warga kehilangan isi. Tak ada pilihan lain selain menempuh perjalanan ekstrem, melintasi perbukitan terjal, aliran sungai, dan jalur licin yang berbahaya.

Pemerintah pusat melalui BNPB dan Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan logistik, makanan, serta BBM. Namun, distribusi ke wilayah yang masih terisolasi terkendala kerusakan infrastruktur.

Alat berat dikerahkan, jembatan darurat bailey disiapkan, dan perbaikan jalan dikebut untuk memulihkan konektivitas.

Di sisi lain, lahan pertanian warga ikut rusak, menambah bayang-bayang krisis pangan jangka panjang. Harapan kini bertumpu pada percepatan pemulihan akses jalan agar bantuan bisa menjangkau seluruh wilayah dan warga tak lagi mempertaruhkan keselamatan hanya untuk makan sehari-hari.

Bagi warga, setiap langkah kaki adalah pertaruhan. Setiap karung yang dipanggul adalah doa. Dan di tengah keterbatasan, mereka terus berjalan, sebab berhenti berarti kelaparan.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kezia Syifa: Rela Status WNI Dicoret, Mantap Menjadi Tentara AS
Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan
Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:00 WIB

Profil Kezia Syifa: Rela Status WNI Dicoret, Mantap Menjadi Tentara AS

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:55 WIB

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:07 WIB

Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:49 WIB

Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Berita Terbaru