JAKARTA, Mevin.ID – Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang tahun 2025 mencatatkan angka defisit sebesar US$ 7,84 miliar. Catatan ini merupakan yang terburuk dalam 20 tahun terakhir berdasarkan data Bank Indonesia (BI).
Meski demikian, Pemerintah meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk tetap tenang dan melihat tren perbaikan yang mulai muncul.
Optimisme di Tengah Defisit Tahunan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa ketahanan eksternal Indonesia masih terjaga. Keyakinan ini didasari oleh performa NPI pada penghujung tahun yang menunjukkan pemulihan tajam.
“Ada perbaikan signifikan. Pada Kuartal IV-2025, NPI kita mencatat surplus sebesar US$ 6,1 miliar. Saya pikir tren ini akan membaik terus karena fondasi ekonomi kita terus diperbaiki,” ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Anomali Ekonomi 2025: Double Deficit
Tahun 2025 menjadi momen yang tidak biasa bagi perekonomian nasional. Secara historis sejak 2004, transaksi finansial biasanya menjadi penyelamat saat transaksi berjalan (Current Account) mengalami defisit. Namun, pada 2025, keduanya justru kompak mencatatkan rapor merah secara bersamaan:
-
Transaksi Berjalan: Defisit US$ 1,45 miliar (meski membaik dibandingkan defisit US$ 8,5 miliar pada 2024).
-
Transaksi Finansial: Menjadi penyebab utama pembengkakan defisit NPI dengan angka defisit US$ 4,54 miliar, berbanding terbalik dengan posisi tahun 2024 yang surplus US$ 18 miliar.
Defisit pada transaksi finansial mencerminkan adanya penurunan arus investasi langsung asing (FDI) serta keluarnya modal asing dari pasar keuangan Tanah Air (capital outflow).
Modal Asing Mulai Kembali Masuk
Kabar baiknya, kinerja transaksi modal dan finansial telah berbalik arah menjadi surplus sebesar US$ 8,3 miliar pada Kuartal IV-2025. Purbaya menilai hal ini merupakan sinyal bahwa kepercayaan investor mulai kembali.
“Ini sejalan dengan perbaikan ekonomi sehingga modal mulai masuk ke sini lagi. Capital account-nya positif. Jadi tidak perlu terlalu khawatir, ke depan harusnya akan membaik terus,” tegas Menkeu Purbaya.
Pemerintah optimistis penguatan fondasi ekonomi dan stabilitas politik akan menjadi kunci bagi kembalinya aliran investasi hijau dan portofolio untuk menopang Neraca Pembayaran Indonesia di sepanjang tahun 2026.
Ringkasan Data NPI 2025
| Komponen | Status 2025 (Full Year) | Status Kuartal IV-2025 |
| NPI Keseluruhan | Defisit US$ 7,84 Miliar | Surplus US$ 6,1 Miliar |
| Transaksi Berjalan | Defisit US$ 1,45 Miliar | Mengalami Perbaikan |
| Transaksi Finansial | Defisit US$ 4,54 Miliar | Surplus US$ 8,3 Miliar |


























