Nyawa yang Melayang demi Dua Butir Labu Siam: Tragedi Kelam di Kebun Cugenang

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR, Mevin.ID – Di sebuah sudut tenang Kecamatan Cugenang, Cianjur, dua butir labu siam berubah menjadi bibit petaka yang merenggut nyawa.

Minta (56), seorang pria lansia, harus mengembuskan napas terakhirnya setelah dihujam pukulan oleh tetangganya sendiri, Ujang Ahmad (41), hanya karena persoalan sepele yang seharusnya bisa diselesaikan dengan segelas teh hangat.

Tragedi ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan cermin retaknya rasa persaudaraan dan tipisnya kesabaran di tengah himpitan hidup.

Cekcok Maut di Senja Sabtu

Semua bermula pada Sabtu (28/2/2026) petang. Ujang, yang merupakan penggarap kebun, merasa berang saat mendapati Minta mengambil dua buah labu siam miliknya tanpa izin.

Rasa emosi yang telah lama terpendam—karena seringnya hasil kebun yang hilang—meledak seketika.

Ujang mengejar Minta hingga ke depan rumahnya. Di sana, kata-kata makian berubah menjadi hantaman fisik.

Tanpa memandang fisik korban yang sudah renta, Ujang melayangkan pukulan bertubi-tubi ke bagian kepala, wajah, leher, hingga dada.

“Pelaku terus mendesak korban mengakui perbuatannya sambil memukulinya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Cugenang, Ipda Muslikan.

Pengakuan di Tengah Rasa Sakit

Aksi brutal itu baru berhenti setelah warga dan adik korban melerai. Dalam kondisi babak belur dan sempoyongan, Minta akhirnya menyerah. Ia mengakui telah mengambil dua buah labu siam tersebut. Namun, harga dari pengakuan itu terlampau mahal.

Dua hari setelah kejadian, kondisi Minta terus memburuk di RSUD Cianjur. Luka lebam di sekujur tubuh dan trauma di bagian kepala membuatnya tak mampu bertahan. Pada Senin (2/3/2026) malam, Minta dinyatakan meninggal dunia.

Penyesalan yang Terlambat

Kini, Ujang Ahmad harus mendekam di balik jeruji besi. Ia diringkus sesaat setelah kabar kematian Minta tersiar. Kepada penyidik, Ujang berdalih tindakannya dipicu oleh emosi sesaat karena sering kehilangan hasil bumi.

“Alasannya emosi, karena hasil kebun sering hilang. Jadi begitu ketahuan, langsung dikejar,” tambah Ipda Muslikan.

Namun, alasan emosi tak akan mampu menghidupkan kembali nyawa yang telah hilang. Kasus ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Cugenang.

Dua butir labu siam yang mungkin harganya tak seberapa di pasar, kini harus dibayar dengan nyawa di satu sisi, dan masa depan di balik penjara di sisi lainnya.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Percetakan Al-Qur’an Braille Bandung: Ketekunan Luar Biasa Para Pekerja, Menghindari Kitab Suci Salah Arti
Mengenaskan! Dua Pekerja Tertimpa Marmer Besar di Tasikmalaya, Satu Meninggal
Kasus Maut Labu Siam Cianjur: Ini Hukuman yang Pantas Bagi Pelaku
Banjir Rendam Lampung Selatan, Kendaraan Terseret Arus dan Akses Kota Baru Terputus
Angin Puting Beliung Terjang Cimahi, Pohon Tumbang Timpa Bangunan dan Kendaraan
Aliansi BEM Se-Majalengka Soroti Polemik KDMP, Desak Evaluasi Pembangunan di Ruang Publik
Aksi Heroik di Bekasi: Suami Tabrak Begal demi Selamatkan Istri saat Sahur
232 Halte BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Target Rampung Akhir 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:32 WIB

Percetakan Al-Qur’an Braille Bandung: Ketekunan Luar Biasa Para Pekerja, Menghindari Kitab Suci Salah Arti

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:06 WIB

Kasus Maut Labu Siam Cianjur: Ini Hukuman yang Pantas Bagi Pelaku

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:38 WIB

Banjir Rendam Lampung Selatan, Kendaraan Terseret Arus dan Akses Kota Baru Terputus

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:55 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Cimahi, Pohon Tumbang Timpa Bangunan dan Kendaraan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:19 WIB

Aliansi BEM Se-Majalengka Soroti Polemik KDMP, Desak Evaluasi Pembangunan di Ruang Publik

Berita Terbaru