Pabrik Petrokimia Terbesar se-ASEAN Resmi Beroperasi, RI Berpotensi Pangkas Impor

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon, Mevin.ID – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pabrik New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025).

Pabrik hilirisasi migas yang diklaim sebagai terbesar di Asia Tenggara ini diharapkan mampu menekan impor petrokimia dan memperkuat industri dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pabrik ini akan menggantikan sebagian besar kebutuhan bahan baku petrokimia yang sebelumnya masih bergantung pada impor.

“Dengan pabrik ini, kita tidak lagi mengimpor secara besar-besaran seperti tahun sebelumnya. Sekitar 70% kebutuhan akan disubstitusi, dan 30% produk akan diekspor. Total penjualan bisa mencapai US$ 2 miliar per tahun,” kata Bahlil.

Proyek strategis nasional ini menelan investasi mencapai US$ 4 miliar atau sekitar Rp 64 triliun, sekaligus menjadi kompleks Naphtha Cracker pertama yang dibangun di Indonesia setelah tiga dekade. Proses konstruksi dimulai sejak 2016 dan kini telah beroperasi komersial sejak Oktober 2025.

Produksi Raksasa Petrokimia

Jika beroperasi penuh, pabrik ini akan menghasilkan produk hilirisasi migas senilai US$ 2 miliar per tahun, di mana:

  • US$ 1,4 miliar → substitusi impor
  • US$ 600 juta → kontribusi ekspor

Bahan baku naphta diproses menjadi berbagai produk hulu dan hilir, seperti:

Produk Hulu

  • Ethylene: 1.000 kTA
  • Propylene: 520 kTA
  • Mixed C4: 320 kTA
  • Pyrolysis Gasoline: 675 kTA
  • Hydrogen: 45 kTA

Produk Hilir

  • HDPE: 250 kTA
  • LLDPE: 200 kTA
  • Polypropylene: 350 kTA
  • Butadine: 140 kTA
  • BTX (Benzene, Toluene & Xylene): 400 kTA

Beragam produk ini menjadi bahan baku utama untuk industri plastik, kabel, bumper mobil, peralatan medis, ban, karet sintetis, hingga cat dan pembasmi serangga.

Kontribusi Besar bagi Indonesia

  • Mengurangi ketergantungan impor petrokimia (lebih dari 50% kebutuhan saat ini masih impor)
  • Menyerap sekitar 40.000 tenaga kerja langsung maupun tidak langsung
  • Transfer teknologi dan peningkatan SDM lokal
  • Mendorong pertumbuhan industri hilir bernilai tambah tinggi
  • Memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar

Dengan langkah ini, pemerintah berharap ekosistem industri nasional semakin kokoh dan mampu bersaing di pasar regional.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandara Kertajati “Sakit-sakitan”, Angkasa Pura Buka Suara Usai Disentil Dedi Mulyadi
Ekonomi Iran Runtuh, Mata Uang Rial Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah
Komisi I DPR Desak Kemlu RI Gerak Cepat Tangani Bajak Laut Penculik ABK WNI Gabon
Kisah Heroik TNI Tumpas Bajak Laut Somalia Penyandera ABK WNI Kapal MV Sinar Kudus 
Bajak Laut Culik WNI ABK di Perairan Gabon, Kemlu RI Upayakan Penyelamatan 
KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak, Buntut Kasus Suap Pajak Tambang Rp4 Miliar
KPK Periksa Anggota DPRD yang Terseret Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara
Sistem Rujukan Berjenjang Dihapus, Pasien JKN Bisa Langsung ke RS Paling Kompeten

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:41 WIB

Bandara Kertajati “Sakit-sakitan”, Angkasa Pura Buka Suara Usai Disentil Dedi Mulyadi

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:34 WIB

Ekonomi Iran Runtuh, Mata Uang Rial Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:00 WIB

Komisi I DPR Desak Kemlu RI Gerak Cepat Tangani Bajak Laut Penculik ABK WNI Gabon

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:00 WIB

Kisah Heroik TNI Tumpas Bajak Laut Somalia Penyandera ABK WNI Kapal MV Sinar Kudus 

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:13 WIB

Bajak Laut Culik WNI ABK di Perairan Gabon, Kemlu RI Upayakan Penyelamatan 

Berita Terbaru