PAN Respons Larangan “Proyek” MBG PDI-P: Itu Hak Politik, Kami Fokus Kawal Investasi Bangsa

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan respons sejuk namun tegas terkait langkah PDI-P yang melarang kadernya bermain proyek di program Makan Bergizi Gratis (MBG). PAN menegaskan tetap berada di garda terdepan untuk mendukung penuh program flagship Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai investasi peradaban.

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menyatakan bahwa bagi PAN, MBG bukan sekadar urusan bagi-bagi makanan, melainkan strategi besar untuk meningkatkan kualitas SDM dan memberantas stunting.

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Investasi Peradaban

Viva Yoga menekankan bahwa program MBG adalah manifestasi nyata dari kehadiran negara dalam kehidupan rakyat. PAN melihat program ini memiliki dimensi pembangunan yang luas, mulai dari kesehatan hingga ekonomi.

“MBG adalah investasi bangsa dalam membangun peradaban Indonesia melalui strategi pembangunan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi rakyat,” ujar Viva Yoga, Sabtu (28/2/2026).

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, juga telah menginstruksikan seluruh kader dan anggota legislatif PAN untuk memastikan program ini berjalan sukses di lapangan. Namun, PAN memberikan catatan penting: pemberdayaan lokal adalah kunci.

  • Libatkan UMKM: Pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus melibatkan profesional.

  • Petani Lokal: Pasokan pangan wajib berasal dari petani dan pengusaha lokal agar ekonomi kerakyatan berputar secara eskalatif.

Menghargai Sikap PDI-P sebagai Fungsi Kontrol

Di sisi lain, Waketum PAN Saleh Daulay menyatakan pihaknya sangat menghargai sikap politik PDI-P yang menerbitkan surat edaran larangan bagi kadernya. Menurutnya, perbedaan sikap politik adalah hal wajar dalam demokrasi dan justru bisa memperkuat pengawasan.

“Kami menghargai sikap politik PDI-P. Dengan sikap seperti itu, kita harapkan PDI-P akan ikut mengawal pelaksanaan program MBG dan menyuarakan jika ada kekurangan di masyarakat,” kata Saleh.

PAN Siap Jadi Mata dan Telinga di Lapangan

Saleh tidak menampik bahwa dalam tahap awal, mungkin masih ditemukan kekurangan dalam pelayanan MBG. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kader PAN untuk aktif melaporkan kendala teknis kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera diperbaiki.

“Kekurangan itu dapat disempurnakan. Kita harapkan dalam beberapa bulan ke depan, pelayanan ini sudah semakin baik dan menjangkau seluruh penerima manfaat,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: detik

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Praperadilan Ditolak, Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Pemeriksaan di KPK
Konflik Agraria Kampung Pilar Bekasi Dibawa ke Senayan, Warga Serahkan Berkas Sengketa ke DPR RI
Standar Kelayakan Bermasalah, BGN Hentikan Sementara Operasional 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Pulau Jawa
Siasat Teheran dan Penumpukan Cadangan Beijing: 11,7 Juta Barel Minyak Iran Menembus Blokade Selat Hormuz
Iran Tutup Total Selat Hormuz bagi Sekutu AS-Israel, Targetkan Serangan Langsung
Eks Menag Yaqut Dipanggil KPK sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji, Usai Praperadilannya Ditolak 
Dunia di Ambang Krisis: 85 Negara Naikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Israel vs Iran, Vietnam Terparah!
Plot Twist Kasus Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Klaim Temuan Baru dan Resmi Ajukan Damai ke Polda Metro

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:08 WIB

Praperadilan Ditolak, Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Pemeriksaan di KPK

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:25 WIB

Konflik Agraria Kampung Pilar Bekasi Dibawa ke Senayan, Warga Serahkan Berkas Sengketa ke DPR RI

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:02 WIB

Standar Kelayakan Bermasalah, BGN Hentikan Sementara Operasional 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Pulau Jawa

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:48 WIB

Siasat Teheran dan Penumpukan Cadangan Beijing: 11,7 Juta Barel Minyak Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:30 WIB

Eks Menag Yaqut Dipanggil KPK sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji, Usai Praperadilannya Ditolak 

Berita Terbaru