JAKARTA, Mevin.ID – Polemik penggunaan dana pendidikan sebesar Rp223 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam APBN 2026 kian memanas.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, melontarkan sindiran tajam kepada politikus PDIP, Adian Napitupulu, terkait wacana debat terbuka melawan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indrawijaya.
Habiburokhman menilai tantangan debat tersebut salah alamat. Menurutnya, jika Adian ingin mempersoalkan asal-usul anggaran MBG, ia seharusnya berdebat dengan rekan separtainya sendiri di PDIP, yaitu Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah.
“Daripada menantang debat Seskab Teddy Indrawijaya, sebaiknya Adian Napitupulu menantang debat terlebih dahulu Ketua Banggar sekaligus rekan separtai beliau, Buya Said Abdullah,” ujar Habib dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
“Seluruh Fraksi Sudah Setuju”
Habiburokhman mengingatkan bahwa alokasi anggaran MBG yang bersumber dari dana pendidikan telah melalui pembahasan resmi dan disetujui oleh seluruh fraksi di DPR, termasuk Fraksi PDIP.
Argumen yang mendasari keputusan tersebut adalah karena mayoritas penerima manfaat program MBG merupakan peserta didik (siswa).
“Seluruh fraksi bulat, termasuk Adian Napitupulu, menyetujui APBN tahun 2025 dan 2026 yang di dalamnya menganggarkan MBG,” tegas Habib.
Misteri Akun Instagram dan Klarifikasi Seskab
Isu debat ini bermula dari unggahan akun Instagram yang mengatasnamakan Adian Napitupulu yang melempar jajak pendapat (polling) mengenai kesediaan publik melihat debat “Adian vs Teddy”.
Namun, akun tersebut kini telah hilang dan pihak internal Adian menyebut bahwa sang politikus tidak memiliki akun media sosial resmi.
Di sisi lain, Seskab Teddy Indrawijaya sebelumnya telah membantah narasi bahwa MBG memangkas anggaran pendidikan hingga menelantarkan sekolah.
Teddy menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah justru menambah program strategis seperti “Sekolah Rakyat” dan merenovasi sekitar 16.000 sekolah dengan anggaran Rp17 triliun.
BGN Akui Dana MBG “Multisumber”
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, secara faktual mengakui bahwa anggaran BGN terbagi dalam tiga pilar: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Dana BGN dalam struktur BGN terbagi tiga yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, ditambah dengan cadangan dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN),” jelas Dadan.
Pihak PDIP melalui Wakil Ketua Komisi X DPR, MY Esti Wijayanti, sebelumnya sempat membedah buku lampiran APBN 2026 yang menyebutkan angka Rp223,5 triliun diambil dari total Rp769 triliun anggaran pendidikan.
Hal inilah yang menjadi pemantik utama kritik Adian Napitupulu yang menganggap alokasi tersebut berisiko menabrak amanat UUD 1945 terkait fungsi murni dana pendidikan.***
Editor : Bar Bernad


























