Jakarta, Mevin.ID – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Adies Kadir, menyatakan bahwa partainya tidak memiliki sangkut paut dengan masalah yang menimpa mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang kediamannya baru-baru ini digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Adies, masalah yang dihadapi Ridwan Kamil adalah masalah pribadi. Meski demikian, ia mengatakan bahwa Partai Golkar akan meminta badan hukum partai untuk berkomunikasi dengan Ridwan Kamil guna memahami duduk permasalahannya.
“Kita belum tahu secara detail terkait kasus ini. Kemarin kan hanya disebutkan terkait BJB, tapi kasus BJB ini yang mana, kita juga belum tahu,” kata Adies di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.
Adies menegaskan bahwa Partai Golkar tidak mengetahui secara rinci kegiatan-kegiatan yang dilakukan Ridwan Kamil selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Hal ini karena Ridwan Kamil baru bergabung dengan Partai Golkar.
“Beliau baru periode ini masuk sebagai salah satu ketua di partai. Jadi, koordinasi kita belum begitu intens karena beliau masih tergolong kader baru,” ujar Wakil Ketua DPR RI itu.
Sebelumnya, pada Senin (10/3), penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB).
Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan penggeledahan tersebut. Ridwan Kamil juga mengonfirmasi bahwa rumahnya telah didatangi oleh tim penyidik KPK.
“Benar kami didatangi oleh tim KPK terkait perkara di BJB. Tim KPK sudah menunjukkan surat tugas resmi,” kata Ridwan Kamil, Senin (10/3).
Ridwan Kamil menyatakan sikap kooperatifnya dalam proses penyidikan ini.
“Kami selaku warga negara yang baik sangat kooperatif dan sepenuhnya mendukung serta membantu tim KPK secara profesional,” ujarnya.
Meski demikian, ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penggeledahan tersebut, menyerahkan penjelasan lebih detail kepada KPK.
Kasus ini terus menjadi sorotan publik seiring upaya KPK mengungkap dugaan korupsi yang melibatkan BJB. Partai Golkar, sebagai partai yang kini menjadi rumah politik Ridwan Kamil, memastikan tidak terlibat dalam masalah ini dan akan memantau perkembangan lebih lanjut. ***


























