PCNU Bekasi Protes Kebijakan Gubernur Jabar Terkait Penyerahan Ijazah Siswa

- Redaksi

Kamis, 22 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

i

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Bandung, Mevin.ID — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi bersama sejumlah organisasi pendidikan dan pesantren menyampaikan protes terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mewajibkan penyerahan ijazah siswa secara sukarela oleh sekolah, termasuk pesantren.

Protes disampaikan melalui forum audiensi yang digelar di Kantor DPRD Jawa Barat, dihadiri oleh PCNU, RMI-NU, Forum Pondok Pesantren, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), serta perwakilan sejumlah pesantren.

Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, Atok Romli Mustofa, menyebut kebijakan tersebut zalim dan tidak berpihak kepada pesantren. “Kami sangat menyayangkan kebijakan ini. Tidak ada kajian komprehensif, bersifat spontan, intimidatif, dan intuitif,” ujarnya mengutip Antara.

Atok menyebut kebijakan itu turut disertai ancaman kepada lembaga pendidikan yang menolak, seperti tidak diberikan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) atau pencabutan izin operasional.

Senada, Pengasuh Pondok Pesantren Yapink Pusat, Kholid, menilai bahwa kebijakan ini berpotensi mengganggu operasional pesantren secara finansial maupun etika.

Ia menyebut banyak pesantren di Kabupaten Bekasi yang harus menanggung utang hingga miliaran rupiah karena tunggakan yang belum dibayar oleh alumni.

“Jika pesantren terus ditekan untuk memberikan ijazah tanpa penyelesaian kewajiban, akan timbul degradasi akhlak, hilangnya takdzim kepada guru dan lembaga. Ini bisa merusak karakter generasi,” ujarnya.

Ketua BMPS Kabupaten Bekasi, M. Syauqi, menyatakan kebijakan ini tidak partisipatif dan cenderung mengabaikan peran besar sektor pendidikan swasta. Ia merujuk pada data bahwa hanya 25–35 persen siswa yang mampu ditampung oleh sekolah negeri, sedangkan sisanya disokong oleh swasta, termasuk pesantren.

“Kami meminta agar Gubernur mengevaluasi atau memberikan pengecualian bagi pesantren yang memiliki sistem pembelajaran berbeda dengan sekolah umum,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan agar seluruh sekolah menyerahkan ijazah siswa yang telah lulus tanpa syarat, meski terdapat tunggakan biaya pendidikan.

Ia menyebutkan akan membentuk tim khusus untuk menangani penyelesaian tunggakan tersebut agar hak siswa tidak terhambat.***

Facebook Comments Box

Penulis : Clendy Saputra

Editor : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Longsor! Bupati Majalengka Tandai Jalur Cikijing dan Cikebo Sebagai Zona Merah Mudik 2026
Warga Bandung Harus Tunggu Lagi, Wali Kota Bekukan Izin BRT Gara-gara Pengerjaan “Jelek Sekali”
Polisi Bongkar Hasil Olah TKP Tewasnya Pejabat Satpol PP di Kosan Cigasong, Ada Apa?
Kisah Samsiah, Bertaruh Nyawa Sapu Koin di Pantura Demi Dapur Tetap Ngepul
Viral Remaja Perempuan Diduga ODGJ Terlantar di Bandung Barat, Warga Khawatir Jadi Sasaran Kejahatan
Viral! Diduga Kepergok Curi Cabai, Seorang Lansia Dianiaya Pedagang di Pasar Tradisional
Surganya Telah Berpulang: Kisah Alif, Siswa SMP Pengupas Bawang yang Menjaga Ibu Hingga Napas Terakhir
Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 15:25 WIB

Awas Longsor! Bupati Majalengka Tandai Jalur Cikijing dan Cikebo Sebagai Zona Merah Mudik 2026

Senin, 16 Maret 2026 - 14:11 WIB

Warga Bandung Harus Tunggu Lagi, Wali Kota Bekukan Izin BRT Gara-gara Pengerjaan “Jelek Sekali”

Senin, 16 Maret 2026 - 14:02 WIB

Polisi Bongkar Hasil Olah TKP Tewasnya Pejabat Satpol PP di Kosan Cigasong, Ada Apa?

Senin, 16 Maret 2026 - 12:52 WIB

Kisah Samsiah, Bertaruh Nyawa Sapu Koin di Pantura Demi Dapur Tetap Ngepul

Senin, 16 Maret 2026 - 11:08 WIB

Viral Remaja Perempuan Diduga ODGJ Terlantar di Bandung Barat, Warga Khawatir Jadi Sasaran Kejahatan

Berita Terbaru