PDI Perjuangan Tegaskan Megawati Tak Melarang Kepala Daerah Ikut Retret 

- Redaksi

Selasa, 25 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara PDI Perjuangan Ahmad Basarah (tengah) saat konferensi pers di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (25/2/2025).

Juru Bicara PDI Perjuangan Ahmad Basarah (tengah) saat konferensi pers di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (25/2/2025).

Jakarta, Mevin.ID – Juru Bicara PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, menegaskan bahwa Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tidak pernah melarang kepala daerah dari partainya untuk mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (25/2/2025).

Basarah menjelaskan bahwa Megawati, melalui instruksi harian yang dikeluarkan pada Kamis (20/2/2025), meminta kepala daerah asal PDI Perjuangan untuk menunda perjalanan ke lokasi retret, bukan melarang mereka untuk hadir.

“Dalam instruksi tersebut, Ketua Umum tidak pernah melarang seluruh kadernya yang terpilih sebagai kepala daerah dalam Pilkada 2024 untuk ikut serta dalam retret yang digelar oleh Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri,” ujar Basarah.

Instruksi untuk Menunda, Bukan Melarang 

Basarah menegaskan bahwa instruksi Megawati bertujuan agar para kepala daerah kader PDI Perjuangan menunda terlebih dahulu perjalanan ke Magelang dan menunggu arahan lebih lanjut.

“Jadi, perlu kami tegaskan bahwa Ibu Megawati Soekarnoputri dalam instruksi hariannya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan pada tanggal 20 Februari 2025 tidak pernah melarang kadernya yang terpilih sebagai kepala daerah untuk ikut acara retret,” kata Basarah.

Prioritas Melayani Rakyat

Bagi kepala daerah dari PDI Perjuangan yang belum berangkat ke Magelang, Megawati meminta mereka untuk tetap berada di daerahnya masing-masing agar bisa langsung bekerja melayani rakyat.

“Pesan Ketua Umum PDI Perjuangan kepada kader-kadernya yang terpilih sebagai kepala daerah agar setelah dilantik oleh Presiden RI Prabowo diminta untuk memprioritaskan kerja-kerja riil kerakyatan dengan langsung bekerja melayani rakyat di daerahnya masing-masing,” sambung Basarah.

Ia menekankan bahwa kehadiran fisik kepala daerah sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar program-program bisa segera dijalankan. PDI Perjuangan meyakini bahwa pemimpin yang langsung turun ke bawah merupakan langkah efektif untuk menyerap aspirasi rakyat.

Kepala Daerah yang Sudah Mengikuti Retret  

Sementara itu, bagi kepala daerah kader PDI Perjuangan yang telah mengikuti retret di Magelang, Megawati menginstruksikan mereka untuk menyesuaikan rangkaian agenda pelatihan hingga akhir, yakni Jumat (28/2/2025) mendatang.

Penekanan pada Tugas Mengemban Amanat Rakyat

Basarah juga menyatakan bahwa kepala daerah dari PDI Perjuangan telah memahami secara jelas tugas mengemban amanat rakyat. Mereka diharapkan dapat menyelaraskan program kerakyatan di daerah dengan program yang dirumuskan oleh pemerintah pusat.

“Kepala daerah dari PDI Perjuangan telah memahami tugas mereka untuk mengemban amanat rakyat dengan baik. Mereka akan menyelaraskan program kerakyatan di daerah dengan program pemerintah pusat,” ujarnya.

PDI Perjuangan menegaskan bahwa instruksi Megawati bertujuan untuk memastikan bahwa kepala daerah terpilih dapat segera bekerja melayani rakyat setelah dilantik.

Meskipun ada permintaan untuk menunda kehadiran di retret, Megawati tidak melarang keikutsertaan kepala daerah dalam kegiatan tersebut.

Hal ini menunjukkan komitmen partai untuk memprioritaskan pelayanan kepada rakyat dan memastikan bahwa program-program pembangunan dapat segera diimplementasikan.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menu MBG di Bulan Puasa: Ada Kurma, Susu, hingga Telur Puyuh
Black Box Ditemukan, KNKT Mulai Investigasi Kecelakaan ATR 42-500
Seni Cadas Tertua di Dunia Ditemukan di Gua Muna Sulawesi, Usianya 67.800 Tahun
Profil Kezia Syifa: Rela Status WNI Dicoret, Mantap Menjadi Tentara AS
Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan
Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:00 WIB

Black Box Ditemukan, KNKT Mulai Investigasi Kecelakaan ATR 42-500

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:15 WIB

Seni Cadas Tertua di Dunia Ditemukan di Gua Muna Sulawesi, Usianya 67.800 Tahun

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:00 WIB

Profil Kezia Syifa: Rela Status WNI Dicoret, Mantap Menjadi Tentara AS

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:55 WIB

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Berita Terbaru