Jakarta, Mevin.ID – Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudi Achyak, menyatakan bahwa pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berpotensi memperkuat daya saing Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di sektor energi.
“Keberadaan Danantara dapat mendorong potensi BUMN dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kelincahan BUMN dalam berekspansi, terutama untuk mendukung kemandirian energi nasional yang menjadi cita-cita Presiden Prabowo Subianto,” ujar Ali Ahmudi Achyak di Jakarta, Senin (24/2).
Konsolidasi BUMN
Pada tahap awal, Danantara mengonsolidasikan tujuh BUMN, yaitu:
- PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom Indonesia)
- PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)
- PT Pertamina (Persero)
- PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID)
Ali menjelaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan untuk mempercepat terwujudnya kemandirian energi nasional melalui investasi yang dikelola oleh Danantara sebagai sovereign wealth fund (lembaga pengelola dana investasi dan kekayaan negara).
“Dengan sumber daya alam yang melimpah, dibutuhkan investasi besar, dan Danantara berperan dalam mengorkestrasi beberapa BUMN untuk mewujudkan swasembada energi di Indonesia,” katanya.
Efisiensi dan Daya Saing
Ali menilai bahwa pembentukan Danantara akan mendorong efisiensi operasional dan meningkatkan daya saing BUMN.
“Keberadaan Danantara juga akan mendongkrak efisiensi kinerja BUMN, serta mempercepat ekspansi mereka dalam memenuhi kebutuhan energi nasional,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa Danantara dapat menjadi strategi efektif untuk mendorong keunggulan kompetitif BUMN, mengikuti jejak negara-negara seperti Malaysia dan Singapura yang telah sukses dengan sovereign wealth fund mereka.
“Negara-negara seperti Malaysia dan Singapura telah menunjukkan pentingnya memiliki semacam Danantara yang sehat dan kuat untuk bersaing secara global,” ujarnya.
Contoh Negara Lain
Ali mencontohkan keberhasilan Khazanah Bhd di Malaysia yang didukung oleh Perdana Menteri Mahathir Mohammad pada 1990-an, serta Temasek Group di Singapura yang dibentuk oleh Perdana Menteri Lee Kuan Yew.
Kedua lembaga tersebut berperan penting dalam memperkuat perekonomian dan daya saing global negara masing-masing.
Optimisme untuk Indonesia
Ali optimistis bahwa Danantara dapat menjadi katalisator perubahan signifikan dalam perekonomian nasional.
“Saatnya Indonesia bangkit dan berdikari. Mari kita bersama-sama membangun Danantara untuk Indonesia yang lebih perkasa,” imbuhnya.
Peluncuran Resmi
Presiden Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan BPI Danantara bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin pagi.
Peluncuran ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat peran BUMN dan mencapai kemandirian energi nasional.***


























