Pemerintah Dorong Pembangunan Tiga Juta Rumah Per Tahun Tanpa Bebani APBN

- Redaksi

Jumat, 21 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Konferensi pers program tiga juta rumah di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (20/2/2025)

Konferensi pers program tiga juta rumah di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (20/2/2025)

Jakarta, Mevin.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan program pembangunan tiga juta rumah per tahun tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis malam, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah akan mengembangkan berbagai skema pembiayaan kreatif untuk menjaga disiplin fiskal dan memastikan program tetap berjalan.

Salah satu skema yang disiapkan adalah penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) khusus untuk sektor perumahan.

Instrumen ini ditujukan untuk membiayai pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui modifikasi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang akan ditingkatkan skalanya.

Pemerintah juga menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat pembiayaan sektor perumahan melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM).

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa BI akan memberikan kelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) 5 persen kepada perbankan, hingga likuiditas Rp80 triliun.

Selain itu, BI akan mendukung pendanaan sektor perumahan melalui pembelian SBN dari pasar sekunder.

Sri Mulyani menegaskan pentingnya sektor perumahan bagi pertumbuhan ekonomi nasional, karena pembangunan rumah tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendorong berbagai sektor industri terkait.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mokhamad Misbakhun, juga menegaskan bahwa pendanaan program ini tidak akan berasal dari APBN secara langsung, melainkan melalui skema likuiditas khusus yang tetap berada dalam koridor aturan yang ada.

Pemerintah Prabowo-Gibran melalui program Astacita menargetkan pembangunan tiga juta rumah per tahun, dengan komposisi dua juta rumah di pedesaan dan satu juta di perkotaan.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Majalengka, Dapur Bibit Nasional yang Menopang Mimpi Besar Indonesia Hijau
Jejak Luka di Batang Toru: Menteri LH Hentikan Operasi 3 Perusahaan di Hulu DAS, Termasuk BUMN
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Usulan Penghapusan Pajak BUMN dari Rosan Roeslani
Kemnaker Resmi Buka Pendaftaran Magang Nasional Batch III, Targetkan 25 Ribu Peserta
Nusron Hapus 1.040 Sertifikat di Tesso Nilo: “Ini Rumah Gajah, Bukan Rumah Manusia”
Lindungi UMKM Jabar, Stop Kompromi Soal Thrifting Ilegal Aturan Harus Ditegakkan
Dominasi Pekerja Informal Sentuh 58%, Sinyal Bahaya Bagi Kesejahteraan Nasional
85 Persen Hutan Tesso Nilo Berubah Jadi Kebun Sawit: Rumah Gajah Sumatra Terus Menyempit

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:16 WIB

Jejak Luka di Batang Toru: Menteri LH Hentikan Operasi 3 Perusahaan di Hulu DAS, Termasuk BUMN

Sabtu, 6 Desember 2025 - 08:34 WIB

Menkeu Purbaya Tegas Tolak Usulan Penghapusan Pajak BUMN dari Rosan Roeslani

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:44 WIB

Kemnaker Resmi Buka Pendaftaran Magang Nasional Batch III, Targetkan 25 Ribu Peserta

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:26 WIB

Nusron Hapus 1.040 Sertifikat di Tesso Nilo: “Ini Rumah Gajah, Bukan Rumah Manusia”

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:50 WIB

Lindungi UMKM Jabar, Stop Kompromi Soal Thrifting Ilegal Aturan Harus Ditegakkan

Berita Terbaru